Khawatir Diblokir Layanan Kesehatannya, Warga Sewakul Kembali Meminta Maaf - Berita.Lagioke.Net

Khawatir Diblokir Layanan Kesehatannya, Warga Sewakul Kembali Meminta Maaf


Dalam beberapa waktu terakhir ini memang Indonesia lagi dihebohkan terkait penolakan jasad para pengidap alias positif Virus Corona, dikarenakan warga desa setempat tidak ingin wilayahnya terdampak. Cukup miris, dikarenakan mereka yang seharusnya mendapatkan dukungan dan apresiasi malah dibuat seperti ini.

Warga Lingkungan Sewakul, Bandarjo, Ungaran Barat, Kabupaten Semarang kembali menyampaikan permohonan maaf atas kejadian penolakan jenazah salah satu perawat yang meninggal saat memberikan pelayanan pasien Covid-19 di RSUD dr Kariadi Semarang, Kamis (9/4) lalu. Permohonan itu disampaikan Ketua RW VIII Lingkungan Sewakul, Daniel Sugito, Minggu (12/4) siang.

Pihaknya berharap, setelah Polda Jawa Tengah menetapkan tiga orang warga terduga provokator penolakan jenazah sebagai tersangka, nama Lingkungan Sewakul dan Kabupaten Semarang pada umumnya bisa pulih menjadi baik kembali.

“Mereka sudah dipanggil aparat yang berwenang, diperiksa untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Sekali lagi kami meminta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia, termasuk kepada para tim medis dan perawat yang tergabung dalam Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI),” katanya.

Menurutnya, sejak Sabtu (11/4) kemarin, karangan bunga dari berbagai elemen se-Indonesia terus dikirim ke tempat pemakaman umum (TPU) Siwarak, Lingkungan Sewakul yang rencananya akan dijadikan lokasi pemakaman jenazah perawat berjenis kelamin perempuan warga Ungaran Timur tersebut. Mayoritas karangan bunga yang dikirim, berisi ucapan bentuk keprihatinan dan kecaman atas ulah kelompok warga yang menolak pemakaman.

“Saya menangis membaca unggahan maupun komentar di media sosial yang mengecam atau menjelek-jelekkan warga Sewakul, padahal apa yang kami lakukan sudah sesuai standar prosedur. Tetapi karena ulah beberapa orang, pemakaman di TPU Siwarak menjadi gagal,” terangnya.

Dari pantauan suaramerdeka.com, di depan dan jalan masuk TPU Siwarak sampai Minggu (12/4) petang, ada 24 papan karangan bunga. Menyikapi karangan bunga yang terus berdatangan, perwakilan warga RT 05 RW VIII Lingkungan Sewakul, Bandarjo, Muhammad Soleh (38) mengungkapkan, warga setempat tidak mempermasalahkan hal itu mengingat mereka memahami apa yang menjadi kekecewaan publik setelah terjadi penolakan jenazah.

“Yang menjadi khawatiran kami adalah imbas banyaknya kecaman publik di media sosial. Ada warga yang berbicara, kalau nanti kita berobat di rumah sakit ini bakal ditolak dan sebagainya. Apalagi bagi mereka yang berKTP Sewakul,” imbuh Soleh.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Khawatir Diblokir Layanan Kesehatannya, Warga Sewakul Kembali Meminta Maaf"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel