Selain Ditipu Dibayar 700 Ribu Antar Penumpang dari Purwokerto-Solo, Uang Ojol Mulyono juga Dipinjam - Berita.Lagioke.Net

Selain Ditipu Dibayar 700 Ribu Antar Penumpang dari Purwokerto-Solo, Uang Ojol Mulyono juga Dipinjam


Kisah suka duka menjadi seorang ojek online memang banyak sekali, dimana beberapa orang terkadang akan memberikan upah tambahan sebagai jasa dan pelayanan baik yang telah diberikan kepada konsumennya. Akan tetapi tidak jarang pula orang-orang tidak beradab malah memanfaatkan kisah dan perjuangan pengendara ojek semacam ini yang mana akan mengorbankan banyak hal demi mendapatkan pundi-pundi penghasilan menghidupi keluarga.

Bukan hanya kena tipu ratusan ribu, driver ojek asal Purwokerto ini ternyata sempat dipinjami uang oleh penumpangnya saat dalam perjalanan.

Hal itu terungkap saat wartawan Tribunjateng.com bertandang ke rumah sang driver

Simak kisah selengkapnya

Maksud hati ingin mengantarkan penumpang dari Purwokerto ke Solo, Mulyono (59) Driver Ojek Online ini justru menelan pil pahit karena harus tertipu.

Semua itu bukan tanpa sebab, sudah sekitar 2 hari Mulyono tidak mendapat orderan.

Saat sedang tidur di pangkalan terminal Bulupitu Purwokerto, seorang temannya membangunkan dan memberitahu ada yang ingin memesan ojek online.

Mendengar kabar itu Mulyono kemudian bangun dan setengah girang akhirnya ada orderan baginya di hari itu.

Namun bukan untuk mengantarkan di area Purwokerto dan Banyumas, melainkan ke Solo yang jarak tempuhnya kurang lebih 230 kilometer.

Sempat heran Mulyono hanya bisa menjawab jika orderan sejauh itu tidak bisa melalui aplikasi, sebab maksimal jarak tempuhnya hanyalah 30 kilometer.

Penumpang itupun menawarkan orderan secara opang atau offline saja.

Hingga akhirnya setelah proses tawar menawar pembayaran jatuh di angka Rp 700 ribu.

"Waktu itu penumpangnya bilang secara terang-terangan akan dibayar di rumah dan istrinya yang akan membayar.

Dan kebetulan dia juga tidak membawa hp," kata Mulyono kepada TribunBanyumas.com, Senin (6/4/2020).

Sejak awal Mulyono mencoba memastikan apakah orang tersebut memang benar akan membayar apa tidak.

Dia kemudian mencoba meminta nomer handphone istri dari si penumpang, tetapi orang itu justru tidak hafal dengan nomor istrinya sendiri.

Mulyono (59) warga Kalibagor, Desa Srowot, Banyumas menjadi korban penipuan di Solo, Sabtu (4/4/2020). Ia kemudian dibantu oleh driver Ojol Solo Raya di Kelurahan Banyuanyar, Banjarsari (TribunSolo.com/Mardon Widiyanto)

Karena merasa curiga, Mulyono kemudian menurunkan penumpang tersebut di daerah Buntu, Kemranjen dan menawarkan untuk naik bus saja dari Jurusan Bandung langsung Jogja-Solo.

Sayangnya penumpang itu tidak mau, karena dengan naik bus otomatis harus membayar dulu, sedangkan penumpang itu tidak membawa uang sama sekali.

Mulyono terkejut mengetahui jika penumpang itu tidak membawa uang sama sekali.

"Saya tanya sama dia bahwa mau benar-benar bayar apa tidak, tetapi dia menjawab katanya tidak akan menipu saya karena saya sudah tua," ungkap Mulyono.

Saat perjalanan menuju Solo, penumpang itu sempat meminjam uang kepada Mulyono untuk membeli air mineral.

"Saya bilang sudah 2 hari tidak narik, dan baru ada orderan malah orang itu pinjam uangnya ini bagaimana, saya sepanjang jalan jadi kepikiran karena kasihan.

Saya merasa kejam benar, saya mungkin bisa membohongi orang itu, tapi saya tidak bisa membohongi Tuhan bahwa sebenarnya saya mengantongi uang," katanya.

Karena tidak tega akhirnya Mulyono memberikan uang Rp 20 ribu untuk membeli air mineral untuk penumpang itu dan dirinya sendiri.

Mulyono berangkat dari Purwokerto pada Sabtu (4/4/2020) sekitar pukul 14.00 WIB siang dan sampai Solo pukul 18.00 WIB.

Dalam perjalanan memang tidak ada obrolan mendalam satu sama lain.

Mulyono bercerita jika setiap ada orderan jauh dia selalu meminta KTP dan alamatnya, namun sayangnya tidak pada saat itu.

Sesampainya di Solo, Mulyono dan penumpang itu berhenti di Masjid Zainudin.

Penumpang itu kemudian, menawarkan kepada Mulyono supaya makan terlebih dahulu karena kebetulan di dekat masjid ada warung angkringan.

"Saya sudah curiga, dan akhirnya saya mengikutinya saja sampai masjid, karena bilangnya mau salat dulu," tambahnya.

Ketika makin curiga dan masih mengamati dari luar akhirnya Mulyono masuk ke dalam masjid.

Setelah di cek ke dalam masjid orang itu sudah tidak ada dan keluar lewat pintu samping ke belakang masjid. 

Pemuda kelurahan setempat sempat membantu mencari namun sayang tidak ketemu.

Mulyono kemudian bercerita kepada pemilik warung angkringan tentang kejadian yang menimpanya itu.

Hingga akhirnya datang linmas kelurahan setempat dan membawanya ke kantor kelurahan Banjarsari. 

Begitu sampai kantor kelurahan betapa kagetnya Mulyono karena sudah berkumpul para ojek online banyak sekali.

"Ya allah kaget aku mas, ojek online sudah banyak yang berkumpul.

Ketika sudah kumpul, mereka menggalang dana agar saya dapat pulang," tambanya.

Salah seorang pengurus ojol menginisiasi menggalang dana melalui kardus yang uangnya itu dikumpulkan melalui para ojek online yang hadir.

Siapa saja yang ikhlas bisa menyumbang ke Mulyono supaya punya uang saku kembali ke Purwokerto.

Syukur-syukur dapat terkumpul hingga Rp 700 ribu sebagai ganti uang pembayaran atas penumpang yang menipu tersebut.

"Alhamdulilah yang yang terkumpul justru melebihi Rp 700 ribu mas.

Tidak sampai setengah jam uang di dalam kardus itu terkumpul hingga Rp 2 juta lebih," ungkapnya.

Mulyono awalnya menolak, tetapi hal itu adalah bagian dari sumbangan dan bantuan dari teman-teman ojek online di Solo.

Setelah itu Mulyono kemudian pulang ke Purwokerto diantarkan dengan naik mobil Ambulan sampai ke Klaten.

Sampai di Klaten, Mulyono di alihkan dengan ke kendaraan lain, yaitu mobil Pick Up dan motornya di masukan dalam mobil dan mengantarkannya hingga ke rumahnya di RT 6 RW 1 Desa Srowot, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas.

Perlu diketahui bahwa Mulyono tidak menyangka akan mendapat bantuan seperti itu.

Sebelumnya dia mempunyai pikiran bahwa uang Rp 700 ribu hasil orderannya itu akan digunakan membeli beras persediaan.

"Sejak di Purwokerto saya ada rencana membeli beras paling tidak 50 kilogram buat persediaan, karena kondisi saat ini sedang sepi penumpang. 

Harapan itu sempat pupus karena sampai Solo saya kena tipu," katanya.

Namun pertolongan Tuhan itu nyata dan memang pasti adanya, karena mendapat bantuan dari teman ojol lainnya. 

Mulyono (59) ojek online yang mengalami penipuan saat ditemui di rumahnya di RT 6 RW 1 Desa Srowot, Kecamatan Kalibagor, Banyumas, pada Senin (6/4/2020). (Tribun Jateng/Permata Putra Sejati)

Mulyono justru berpesan supaya jika penipu itu tertangkap jangan di hakimi. 

"Saya justru kasihan apalagi jika dia sudah punya keluarga dan anak, dan masuk penjara.

Yang terpenting ini menjadi pembelajaran bagi saya dan alhamdulillah sudah mendapat gantinya," pungkasnya.

Mulyono baru 4 bulan menjadi tukang ojek online, karena sebelumnya dia hanyalah ojek pangkalan terminal.

Selepas peristiwa tersebut, banyak yang berempati padanya.

Para komunitas ojek online dari dari berbagai daerah menelfon dan memberikan batuan.

Bagi siapa saja yang berempati dan ingin membantu maka dapat menghubungi nomor Mulyono secara langsung ke nomor 081225557029. (TribunBanyumas/jti)

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Selain Ditipu Dibayar 700 Ribu Antar Penumpang dari Purwokerto-Solo, Uang Ojol Mulyono juga Dipinjam"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel