Derita Kakek Sekeluarga Tinggal di Gubuk Reot, Sang Cucu Sakit Tak Bisa Bawa Berobat - Berita.Lagioke.Net

Derita Kakek Sekeluarga Tinggal di Gubuk Reot, Sang Cucu Sakit Tak Bisa Bawa Berobat


Sebagai seseorang yang diberikan rezeki berlebih, alangkah lebih baik ketika menyedekahkan sebagian harta untuk membantu orang lain. Masih ada banyak kalangan yang membutuhkan pertolongan kita di luar sana, seperti keluarga berikut misalnya.

Kisah pilu dialami oleh pria paruh baya bernama Muhammad Zaini (60). Zaini merupakan warga yang tinggal di Lorong Mufakat Ujung, Jalan May Zen, Palembang, Sumatera Selatan.

Pria paruh baya yang berprofesi sebagai kuli bangunan ini hidup di gubuk reot yang semakin rapuh, bersama istri, anak dan cucu-cucunya.

Rumahnya yang sempit dan berdiri di atas lahan rawa, membuat hunian Zaini kerap terendam air hujan. Tak jarang, genangan air hingga setinggi lutut orang dewasa masuk dan membasahi seluruh barang-barang di rumahnya.

Cucunya Mengalami Kelainan Alat Kelamin Sejak Lahir

Di tengah hidup dalam keterbatasan, ternyata Zaini juga memendam kesedihan yang mendalam. Cucunya yang baru berusia dua tahun harus mengalami kelainan pada alat kelaminnya sejak lahir.

Zaini tidak berdaya melihat AB, cucunya, harus merintih kesakitan setiap kali buang air kecil. Namun karena keterbatasan biaya, Zaini tidak bisa berbuat apa-apa untuk membawa cucunya berobat.

“Waktu usia 1 tahun, AB sudah menjalani operasi. Biayanya gratis pakai kartu miskin. Namun sekarang, tidak bisa lagi,” ucapnya, Selasa (9/6), dilansir dari Liputan6.com.

Belum Bisa Mendapatkan KIS

Zaini sempat mengusulkan untuk mendapatkan Kartu Indonesia Sehat (KIS), namun masih terkendala karena ayah AB mempunyai tunggakan iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)-BPJS Kesehatan.

Sehingga, kakek ini harus membayarkan tunggakan tersebut, baru bisa mendapatkan KIS untuk pengobatan cucunya.

Hanya Seorang Buruh

Sehari-hari, Zaini bekerja sebagai buruh kasar. Pendapatannya yang pas-pasan untuk hidup sehai-hari sangat tidak cukup untuk biaya operasi kedua yang seharusnya dilakukan untuk cucunya.

“Saya cuma kerja buruh, istri saya bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Sedangkan ayah dari AB juga tidak bisa berbuat banyak, usai mengalami kecelakaan saat bekerja,” ungkapnya.

Tinggal di Gubuk Reot


Sumber: liputan6.com ©2020 Merdeka.com

Kondisi Zaini dan keluarganya diperparah dengan kondisi tempat tinggal mereka. Selama ini, Zaini hanya tinggal di sebuah gubuk reot yang dibangun di atas tanah orang lain.

Sedangkan dalam dua tahun ke depan, Ia harus meninggalkan tempat tinggalnya tersebut karena lahan itu akan digunakan pemiliknya untuk membangun rumah.

Kesulitan Mendapatkan Air Bersih

Selama tinggal di gubuk tersebut, ia juga kesulitan untuk mendapatkan air bersih. Jika musim hujan, sumber air di sumur dekat rumahnya akan terendam air lumpur. Zaini terpaksa harus meminta ke para tetangga, agar bisa mendapatkan air bersih.

“Kadang malu juga minta-minta ke tetangga. Tapi tidak ada jalan lain, agar bisa dapat air bersih. Kami juga bingung kalau nanti diusir dari rumah ini, mau kemana,” katanya.

Tidak Mendapatkan Bansos

Di tengah gencarnya pemerintah menyalurkan bantuan sosial (bansos), Zaini sekeluarga tidak pernah mendapatkannya.

Saat diurus ke pihak kelurahan, data keluarganya ternyata tidak terdaftar sehingga jatah bansos tidak bisa ia dapatkan.

Dikunjungi Wali Kota Palembang

Kabar tentang Zaini dan keluarganya didengar Wakil Wali Kota (Wawako) Palembang, Fitrianti Agustinda. Ia akhirnya mengunjungi rumah Zaini.

“Kita akan membantu mengurus keluarga Zaini untuk mendapatkan bansos dan KIS. Terutama untuk AB, yang akan kita urus operasinya. Tapi harus menunggu sampai usianya 4 tahun, baru bisa dilakukan operasi di Rumah Sakit (RS) Bari Palembang,” ujarnya.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Derita Kakek Sekeluarga Tinggal di Gubuk Reot, Sang Cucu Sakit Tak Bisa Bawa Berobat"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel