Dulu Jadi Jimat, Namun Sunan Kalijaga Ubah Ketupat Jadi Sajian Lebaran Penuh Makna - Berita.Lagioke.Net

Dulu Jadi Jimat, Namun Sunan Kalijaga Ubah Ketupat Jadi Sajian Lebaran Penuh Makna


Sejarah masuk Islam ke Indonesia memang begitu panjang, dikarenakan para Sunan yang berjuang itu dihadapkan dengan masyarakat yang sudah berkeyakinan agama lain, kebanyakan Hindu.

Tidak ada paksaan dan cenderung lebih kalem serta menyesuaikan diri dengan apa yang sudah ada sebelumnya. Seperti ketupat berikut, dimana sebelumnya jadi jimat, sekarang jadi sajian saat lebaran.

Lebaran di Indonesia identik dengan ketupat dan opor ayamnya. Meski dulu hanya disajikan di sekitar daerah Jawa Tengah, namun saat ini ketupat dan opor hampir bisa ditemukan di semua rumah-rumah muslim bahkan di luar daerah Jawa.

Siapa sangka ternyata kuliner khas yang menggugah selera ini memiliki makna dalam yang bisa memberi banyak pengajaran.

Sebelum dakwah Sunan Kalijaga meyebar di daerah Jawa Tengah, masyarakat setempat memiliki tradisi mistis. Yakni menggantungkan ketupat di depan rumah masing-masing untuk mendapatkan keberuntungan.

Seiring menyebarnya Islam yang diajarkan oleh Sunan Kalijaga, beliau mengubah tradisi tersebut menjadi hidangan nuansa islami untuk mengikis kepercayaan mistis yang berakar kuat di tengah masyarakat.

Masyarakat Jawa Tengah biasa menyebut ketupat dengan 'Kupat' yang merupakan kependekan dari “ngaku lepat”, yang dalam bahasa Indonesia bisa diartikan 'mengaku salah'.

Bukan hanya namanya, bahan dan bentuk ketupat sendiri ternyata memiliki makna mendalam. Jika kita perhatikan ketupat terbuat dari anyaman dengan pola tak sederhana, hal ini mencerminkan rumitnya perilaku manusia dan banyaknya dosa-dosa. Namun, jika dibuka, maka kita akan menemukan isi ketupat yang putih bersih.

Maknanya, Ramadhan akan menjadi bulan penyucian dosa-dosa kepada Allah Ta'ala, dan lebaran akan menjadikan manusia kembali bersih setelah bermaaf-maafan dengan sesamanya.

Adapun bentuk empat sisinya, mewakili laku papat (empat tindakan) yakni luberan, leburan, Lebaran, dan laburan. Keempatnya bermakna berakhirnya puasa, berbagi rezeki berlimpah dalam artian zakat fitrah, peleburan dosa, dan memutihkan kembali hati.

Tentu saja opor ayam yang mendampingi ketupat bukan sembarang hidangan. Opor yang dibuat dengan kuah santan disimboliskan mewakili bunyi pangapunten (permintaan maaf). Jadi penyuguhan opor sebagai pendamping ketupat memiliki makna simbolis mengakui kesalahan dengan tulus dan diikuti meminta maaf.

Referensi pihak ketiga

Wah, nggak nyangka banget ya, ternyata dari hidangan khas lebaran ini tidak hanya lezat tapi juga memiliki makna yang dalam.

Namun, jangan sedih jika tak menemukan ketupat dan opor. Apapun makanannya, kesungguhan selama Ramadhan niscaya menjadi sebab turunnya rahmat dan Ampunan Allah Ta'ala. Dan ketulusan pada sesama niscaya akan melembutkan hati.

Referensi pihak ketiga

Sumber Referensi:
liputan6.com/news/read/3560137/5-cerita-unik-di-balik-kelezatan-kuliner-khas-lebaran

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Dulu Jadi Jimat, Namun Sunan Kalijaga Ubah Ketupat Jadi Sajian Lebaran Penuh Makna"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel