Janda Tua Selalu Berdoa Agar Anaknya Meninggal Duluan, Kejam? Ternyata Alasannya Begini - Berita.Lagioke.Net

Janda Tua Selalu Berdoa Agar Anaknya Meninggal Duluan, Kejam? Ternyata Alasannya Begini


Mendo'akan orang untuk meninggal lebih dahulu, mungkin ini menjadi salah satu hal yang cukup mengerikan terdengar di telinga. Dan kebanyakan hal semacam ini berkonotasi buruk.

Akan tetapi tidak semuanya kok, karena ada beberapa alasan yang membuat do'a seperti itu bisa berubah menjadi kemuliaan, seperti ini contohnya.

Sahabat, pada umumnya seorang ibu akan memanjatkan doa-doa baik bagi anak-anaknya, Umur panjang yang berkah, hidup yang mapan, dan semisalnya. Namun, beda halnya dengan janda tua satu ini, ia kerap melantunkan doa-doa agar kedua putranya meninggal lebih dulu.

Apa pasal?

Yuk, kita simak kisahnya berikut ini! Sebuah kisah haru dari sudut kota Demak.

Janda tua ini, bernama Mbah Satuni, umurnya sudah 79 tahun. Kerap kali orang-orang mendengar mulutnya senantiasa menggumamkan sebuah doa.

“Muga-muga anakku sing mati dhisik, -Mudah-mudahan anakku yang meninggal duluan-".

Sebuah doa yang terdengar kejam dan tidak biasa, namun ada kisah haru lagi menyesakkan dibalik lantunan doa yang senantiasa diulang-ulangi wanita tua ini.

Ilustrasi

Mbah Satuni, sehari-hari ia tinggal di sebuah bilik berdinding bambu dan kayu berlantai tanah. Jika hujan, jangan ditanya bagaimana kondisinya. Suaminya sudah lama meninggal dunia, meninggalkan dua laki-laki berkebutuhan khusus, Sunardi dan Kasbun, anak-anak mereka.

Puluhan tahun, Mbah Satuni hidup dengan penuh perjuangan, menafkahi dirinya serta kedua anaknya, ia juga merawat, mendidik, dan membesarkan kedua anak yang sama sekali tak bisa mengurus dirinya sendiri itu.

Sunardi adalah anak sulung mbah Satuni. Saat ini, usianya sudah 55 tahun. Ia tinggal bersama Mbah Satuni dan adiknya Kasbun yang berusia 37 tahun di Desa Mlekang RT 06 RW 01 Kecamatan,Gajah, Kabupaten Demak, Jateng.

Sunardi adalah sosok pengidap gangguan jiwa yang tidak bisa hidup mandiri, meski usianya sudah layak menimang cucu. Sementara, Kasbun si bungsu meski tak mengalami gangguan kejiwaan, ia lumpuh dan buta sehingga juga tak bisa melakukan aktivitas apapun.

Referensi pihak ketiga

Selama ini, Mbah Satuni bekerja keras tanpa mengenal lelah, apapun ia lakukan untuk bertahan hidup sekaligus menjaga kedua putranya. Menjadi buruh, menjadi tukang pijat, menjadi apapun ia jalani dengan sepenuh hati.

Namun, saat usianya menginjak sepuh, ia mulai sering berdoa demikian. Sebuah doa agar kedua anaknya meninggal duluan. Doa itu, menurutnya lahir dari rasa kasih sayang yang besar pada kedua putranya. Nuraninya tidak tega jika harus melepas kedua anaknya yang berkebutuhan khusus itu. Menurut dia, lebih baik anaknya yang gila dan lumpuh mati lebih dulu daripada dirinya.

Mbah Satuni lebih rela melihat kedua anaknya meninggal dengan disaksikan olehnya, sehingga masih bisa mengurus jenazah keduanya, ketimbang membayangkan anak-anaknya mati di jalan karena tidak ada yang merawat mereka jika ia meninggal dunia terlebih dahulu.

Dengan semakin uzurnya usia Mbah Satuni, otomatis kehidupan mereka saat ini semata mengandalkan kebaikan hati para tetangga. Syukurnya Tenaga kesejahteraan Sosial Kecamatan Gajah, Demak telah mengusulkan agar Mbah Satuni mendapatkan PKH (Program Keluarga Harapan) Lansia.

ilustrasi

Sahabat, kekhawatiran manusia terlebih dalam kondisi seperti yang dialami Mbah satuni, adalah sebuah kewajaran. Namun, dalam kaca mata syariat, maka kita wajib meyakini bahwa Allah Ta'ala Maha Menjaga dan Maha Memberi Rezeki. Karenanya kita pantang berputus asa dan berprasangka buruk akan masa depan yang belum kita jalani.

Semoga secuil kisah haru ini, memberi kita banyak pelajaran kehidupan.

Referensi pihak ketiga

Sumber Referensi:

kabarmakkah.com

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Janda Tua Selalu Berdoa Agar Anaknya Meninggal Duluan, Kejam? Ternyata Alasannya Begini"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel