Kisah Haru Pemulung Beli Ponsel untuk Cucu Pakai Uang Koin Sekarung, Pemilik Toko Ikhlas Lakukan Ini - Berita.Lagioke.Net

Kisah Haru Pemulung Beli Ponsel untuk Cucu Pakai Uang Koin Sekarung, Pemilik Toko Ikhlas Lakukan Ini


Bukan cuman orang tua saja, melainkan kakek dan nenek merupakan sosok yang juga sangat sayang terhadap cucunya, dan rela berkorban demi beberapa hal untuk membuat cucunya merasa senang.

Dan beberapa waktu terakhir ini lagi marak terkait kepemilikan hp, hingga pada akhirnya kakek ini berusaha mendapatkannya untuk sang cucu.

Sosok kakek di Samarinda mendadak menjadi viral di media sosial karena membeli sebuah ponsel Android dengan uang koin recehan. Kakek itu sehari-harinya bekerja sebagai pemulung.

Kakek tersebut bernama Yatmin (62), warga Jalan Damanhuri, Gang 5, Samarinda Utara.

Dalam video yang beredar, Yatmin membawa uang receh yang merupakan hasil tabungan sang cucu, Satria Aprilia(9).

Yatmin menuturkan, sang cucu kerap kali menyimpan uang koin di celengan.

Hingga kemudian saat ulang tahunnya, Satria Aprilia memberikan uang tersebut kepada Yatmin untuk dibelikan sebuah ponsel.

Meski demikian, Yatmin tak mengetahui jumlah pasti uang yang telah dikumpulkan sang cucu.

Uang pecahan Rp 500 dan Rp 1000 itu dimasukkan didalam karung yang baisa dia bawa untuk mengangkut barang bekas yang ditemukannya.

"Uang ini dikumpulkan selama satu tahun, saya tidak tahu berapa jumlahnya. Kemarin ketika ulang tahunnya, dia menyerahkan uang ini untuk dibelikan HP," aku Yatmin.

Ia kemudian mendatangi sebuah gerai ponsel di Samarinda, Kalimantan Timur dan mengaku ingin membeli ponsel untuk sang cucu.

Petugas konter yang berjaga kaget melihat Yatmin.

Para pegawai langsung memanggil pemilik gerai.

“Saya awalnya kaget, pegawai saya panggil katanya ada kakek datang bawa uang recehan mau beli ponsel,” tegas pemilik konter Rahman (26).

Meraba iba, Rahman akhirnya memberi ponsel baru ke kakek tersebut tanpa pikir panjang.

Harga ponsel yang diberikan berkisar Rp 1,9 juta. Sedangkan jumlah uang koin di dalam karung diperkirakan sekitar Rp 600.000.

“Kami belum hitung uang koin itu. Saya bilang ya sudah enggak masalah, terima saja. Terus kami kasih ponsel baru dan uang Rp 200.000,” aku Rahman.

Rahman mengaku kerap melihat kakek tersebut lalu lalang di depan konternya.

Terlebih, sejak Februari saat dibuka pertama gerai tersebut, kakek itu yang membersihkan sisa barang di sekitar konter tersebut.

Yatmin bersama istri Lasinem (52) merantau ke Samarinda sejak 1993.

Keduanya dari Purwodadi, Jawa Tengah.

Di Samarinda, Lasinem menjual buah keliling, sedangkan Yatmin menjadi pemulung.

Viral Uang Koin Rp 1.000 Kelapa Sawit Dijual hingga Rp 100 Juta

Dalam pekan ini, media sosial tengah diramaikan dengan harga jual uang koin pecahan Rp 1.000 bergambar kelapa sawit.

Di beberapa marketplace, ada yang menjual satu keping koin Rp 1.000 kelapa sawit keluaran tahun 1993 dengan harga hingga Rp 100.000.000.

Kolektor uang ada yang menganggap harga ini tak wajar, mengingat koin kelapa sawit itu bukan tergolong koleksi yang banyak dicari.

Penjualan koin dengan harga fantastis itu diduga untuk menaikkan nilainya di pasar uang lama.

Saat diminta tanggapan mengenai ramainya jual-beli uang koin Rp 1.000 kelapa sawit ini, Kepala Humas Bank Indonesia (BI) Onny Widjanarko mengatakan, uang koin tahun emisi 1993 dengan gambar kelapa sawit masih berlaku sebagai alat pembayaran yang sah sampai saat ini.

"Terkait dengan uang logam atau koin Rp 1.000 gambar kelapa sakit, kami sampaikan bahwa sampai dengan saat ini, uang logam pecahan Rp1.000 tahun emisi 1993 dengan gambar kelapa sawit masih berlaku sebagai alat pembayaran yang sah," ujar Onny saat dihubungi Kompas.com, Jumat (19/6/2020).

Uang koin belum dicabut dan belum ditarik dari peredaran. Dalam proses transaksi, kata dia, nilai tukar uang itu sama dengan nilai nominalnya.

"Sebagai alat pembayaran yang sah untuk bertansaksi, nilai tukar uang logam dimaksud sama dengan nilai nominalnya yaitu Rp 1.000," lanjut dia.

Mengenai viralnya harga jual uang logam pecahan Rp 1.000 bergambar kelapa sawit, Onny menjelaskan, harga yang dibanderol bergantung pada kesepakatan antara pembeli dan penjual.

Umumnya, kesepakatan harga ini juga berlaku ketika ada yang akan mengoleksinya, dan tidak termasuk transaksi.

"Layaknya koleksi numimastic atau koleksi uang-uang kuno," kata dia.

Wajar atau tidak harga jual yang tinggi, menurut Ony, jika suatu barang sudah dianggap barang seni dan unik, susah untuk melihat unsur tersebut.

Mengutip pemberitaan Kompas.com, 18 Juni 2020, kolektor uang lama atau numismatik kolektor, Nazym Otie Kusardi, mengatakan, harga yang dibanderol itu tak wajar.

Menurut dia, penjual uang logam itu memasang harga "asal-asalan".

Menurut Nazym, uang koin kelapa sawit rata-rata dijual dengan kisaran harga Rp 3.000 sampai Rp 10.000 per keping.

"Itu orang jual ngawur saja. Masih banyak yang jual dengan harga Rp 3.000 sampai Rp 10.000 per keping," kata Nazym saat dihubungi Kompas.com, Kamis (18/6/2020).

Kecuali, kata dia, jika uang itu memiliki kekhususan lain seperti uang cetakan khusus atau proof.

Uang logam proof Rp 1.000 bisa dijual hingga Rp 4 juta, tergantung dari kondisi uang tersebut.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Kisah Haru Pemulung Beli Ponsel untuk Cucu Pakai Uang Koin Sekarung, Pemilik Toko Ikhlas Lakukan Ini"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel