Kisah Wanita Lumpuh Sejak Kecil, Pengen Bisa Jalan karena Dibully, Terkendala Biaya Ibunya Ikhlas - Berita.Lagioke.Net

Kisah Wanita Lumpuh Sejak Kecil, Pengen Bisa Jalan karena Dibully, Terkendala Biaya Ibunya Ikhlas


Sejak lahir memang setiap orang dilahirkan secara berbeda, dimana secara sifat ataupun fisik akan mengalami perbedaan.

Dan perempuan satu ini sepertinya memiliki suatu kekurangan terjadi pada bagian fisiknya, dimana tidak memiliki kaki seperti orang pada umumnya sehingga tak bisa jalan.

Ada banyak kalimat penyemangat untuk memotivasi setiap manusia untuk tetap bersykur.

Misalnya saja melihatlah ke bawah karena akan bisa bersyukur mengenai hidup.

Serta tak perlu melihat ke atas yang hanya membandingkan hidup dengan orang lain apalagi masalah harta.

Nampaknya kalimat itulah yang kerap kali menjadi kalimat penyemangat untuk terus berpikir positif.

Apalagi kunci hidup ini ialah bersyukur dan bersabar ketika menghadapi lika-liku kehidupan.

Hal ini sesuai dengan yang disampaikan oleh Ustaz Oemar Mita.

Allah ketika menakar rezeki kepada setiap hambaNya, maka sesungguhnya takaran Allah adalah takaran yang tidak pernah salah.

Sesuai dengan kebutuhan dan sesuai dengan haat yang diperlukan setiap manusia.

Allah membagikan dengan sebuah catatan, siapa pun yang dialapangkan, maka itu ujian baginya, dan siapa pun yang disempitkan maka itu pun ujian baginya.

Siapa pun yang dilapangkan, maka Allah melihatnya sebatas mana dia bersyukur.

Dan ketika Allah sempitkan kepadanya harta, maka sesungguhnya Allah ingin melihat sebatas mana kesabarannya ketika menerima takaran yang disempitkan oleh Allah Subhanahuwata'ala.

Tati yang kerap dibully karena keterbatasannya (Tangkap layar YouTube/The Sungkars Family)


Baru-baru ini kisah seorang ibu yang membesarkan anaknya dengan jerih payahnya dibagikan melalui kanal YouTube The Sungkars Family dengan tauk ITA PENGEN BISA JALAN,KARENA SUKA DIBULLY.

Ibu tangguh tersebut bernama Tati dan memiliki ujian yang berat karena harus merawat anak perempuannya yang mengalamai kelumpuhan sejak kecil.

"Merangkak dari Bayi sampe sebesar ini,

Tapi itu ga membuat mba ita menyerah,

Banyak pelajaran yg kami dapatkan dari beliau,

Belum lagi ibunya beliau yg berprofesi sebagai tukang pijit,

Tanpa mengeluh dan ikhlas membesarkan anak dan cucunya sekaligus Maa syaa Allah 

Cobalah kita melihat yg dibawah kita,

Agar rasa bersyukur itu bisa muncul di hati kita,

Ini nasehat untukku," tulis Teuku Wisnu di postingan Instagramnya.

Ibu Tati berprofesi sebgai tukang urut mempunyai 12 anak dan 2 cucu yang ternyata anak yatim.

Namun, ternyata diketahui jika ibu Tati merawat anak yatim dan Allah menjaganya sampai sekarang.

"Ibu dulu pas lagi seger ngurut, pas sakit gakada tanaganya," ujarnya.

Sementara suami dari ibu Tati sudah lama meninggal dunia.

Ita anak perempuan ibu Tati mengalami kelumpuhan sejak masih kecil.

Ita dan Ibu Tati (Tangkap layar YouTube/The Sungkars Family)


Tenyata diceritakan ibu Tati jika Ita mengalami kecelakaan terjatuh ketika di umur 7 bulan dan tidak ketahuan, sehingga umur 3 tahun ia mengalami kelumpuhan.

Ita sempat mndeir dan tidak percaya diri karena mengalami perlakuan yang kurang menyenangkan ketika hidup bermasyarakat.

Kegiatan sehari-hari Ita juga mengandalkan sepeda roda empat.

"Di rumah dia bisa nyuci piring, merangkak ke dalam kamar mandi," ujar ibu Tati.

"Ya Allah biarin deh kapan-kapan kali bisa jalan, Tuhan kasih bisa jalan dah," ucap ibu Tati.

Tati yang mengalami kelumpuhan kerap dibully (Tangkap layar YouTube/The Sungkars Family)


Hingga sekarang di usianya yang ke 33 tahun belum menemukan solusi untuk berobat.

"Pernah berobat, tapi karena keadaan dan kondisi ibu begini juga jadi berenti ajalah gak usah," kata Ita.

"Habis gimana udah begini terima aja, biar sehat aja, kalo sakit bilang sama ibu ke dokter apa gimana, orangnya diam aja," ucap ibu Tati.

Kemudian Teuku Wisnu dan Shireen Sungkar mengubungi keluarga ibu Tati.

Shireen pun memulai perbincangan melalui sambungan video call dengan menanyakan aktivitas di rumah.

Istri Teuku Wisnu juga memberikan semangat terhadap keluarga ibu Tati dan untuk Ita.

Kisah Tati yang mengalami kelumpuhan sejak kecil (Tangkap layar YouTube/The Sungkars Family)


Teuku Wisnu dan Shireen Sungkar merasa takjub ketika mengetahui ibu Tati dan keluarga merawat cucunya yang yatim di tengah cobaannya yang sangat berat.

"Ibu Tati ini menjadi salah satu inspirasi buat kami juga, karena di umur ibu Tati masih kuat dan mencari nafkah yang halal," kata Teuku Wisnu.

"Jadi ini teguran untuk saya dan juga Shireen dan temen-temen yang lain bahwa kita memang harus berusaha sekuat tenaga untuk mencari rezeki yang halal," tambah Wisnu.

"Dan Maa Syaa Allah ibu Tati dengan segala keterbatasan dari segi ekonomi ya, ibu Tati bisa membiayai cucu-cucu ibu Tati," ucap suami Shireen Sungkar.

Kisah Tati yang dibully karena keterbatasan (Tangkap layar YouTube/The Sungkars Family)


Teuku Wisnu dan Shireen Sungkar pun terkejut ketika mengetahui Ita di usianya yang ke 33 tahun mengalami kelumpuhan sejak kecil.

Lalu orangtua Ita langsung membawanya ke rumah sakit namun terkendala biaya.

Karena keterbatasannya juga, Ita kerap dirundung oleh banyak orang sehingga Teku Wisnu memberikan motivasi untuknya.

"Tetap semangat ya mbak ya, ini semua takdir Allah, di setiap mbak menjalani ini pahala mengalir ke mbak karena sabarnya mbak, jadi tetep harus bersabar dan berprasangka baik pada Allah," ucap Teuku Wisnu.

Jangan pernah minder melihat orang-orang yang lebih sempurna, itu kan di dunia, InsyaAllah derajat mbak lebih tinggi di akhirat daripada orang-orang yang menghina, karena gak semuanya ngerasain dapat ujian besar kayak mbak tapi bisa sabar," tambah Shireen Sungkar.

Teuku Wisnu dan Shireen Sungkar pun memberikan bantuan pengobatan untuk Ita.

"Semangat ya, nanti InsyaAllah dibawa ke dokter ya, nanyi hari apa janjian ya," ucap Shireen di akhir perbincangan.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Kisah Wanita Lumpuh Sejak Kecil, Pengen Bisa Jalan karena Dibully, Terkendala Biaya Ibunya Ikhlas"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel