Modus Ajak Jalan-jalan, Seorang Remaja 17 Tahun Ini Perkosa Bocah 6 Tahun - Berita.Lagioke.Net

Modus Ajak Jalan-jalan, Seorang Remaja 17 Tahun Ini Perkosa Bocah 6 Tahun


Ternyata bukan cuman orang dewasa saja yang bisa melakukan aksi keji seperti ini, melainkan anak remaja yang masih berumur belasan tahun sekalipun bisa.

Sangat miris memang hal semacam ini, apalagi korbannya yakni bocah yang masih terbilang anak-anak.

Seorang bocah 6 tahun jadi korban pemerkosaan oleh remaja 17 tahun, pelaku merupakan Warga Kecamatan Sekayu, Muba, Sumatera Selatan.

Terungkap jika bocah 6 tahun tersebut berstatus tetangga pelaku.

Kapolres Muba, AKBP Yudhi Surya Markus Pinem, S.iK. melalui Kasat Reskrim Polres Muba AKP Deli Haris, SH, MH mengatakan, kejadian bermula saat Jumat (22/5/2020) pukul 17.30 WIB tersangka membujuk korban dengan membawanya jalan - jalan ke dalam kebun orang.

"Sesampainya dalam kebun dan melihat kondisi tengah sepi, tersangka langsung menyetubuhi korban layaknya suami istri. Setelah selesai korban pun diantarkan tersangka ke ibunya untuk pulang," ujarnya.

Korban yang masih polos ini kemudian menceritakan kejadian yang telah dialaminya kepada ibunya setelah sampai di rumah.

Sehingga keluarga terkejut dan akhirnya melaporkan ke Mapolres Muba.

"Tersangka akhirnya menyerahkan diri dengan diantarkan keluarganya ke Unit PPA Sat Reserse Kriminal Polres Muba setelah sebelumnya penyidik berkoordinasi dengan perangkat desa dan keluarga pada Selasa (2/6/2020) Sore," terangnya.

Saat tersangka masih dalam penyidikan Unit PPA Mapolres Muba. Akibat perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 81 ayat (1) dan (2) Jo Pasal 76 D UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RO No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak sebagaimana dirubah dan ditambah dengan UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang perlindungan anak. (dho/sp)

Kakek Memperkosa Remaja

Dalam kasus lainnya, seorang kakek berinisial AP memperkosa seorang anak di bawah umur di Palembang 

JW (35 tahun), ibu korban tidak terima atas pemerkosaan yang dilakukan pria berinisial AP.

Ia kemudian melaporkan ayah tirinya itu ke Polrestabes Palembang.

"Menurut pengakuan anak saya, saat itu ia sedang tidur di kamarnya,"

"Tiba-tiba pelaku AP datang ke kamar anak saya dan meminta anak saya meminjitnya di kamar pelaku," ujar JW, Rabu (3/6/2020) kepada petugas piket SPKT Polrestabes Palembang.

JW kepada petugas mengungkapkan, KM kaget setiba di kamar kakeknya.

Saat itu sang kakek tidak memakai baju dan hanya menggunakan sarung.

"Saat memijat itu lah anak saya dipaksa pelaku untuk melakukan hubungan intim namun anak saya sempat menolak,"

"Kemudian pelaku mengeluarkan sebilah pisau kecil (badik) sambil mengancam anak saya kalau tidak mau akan dibunuh," kata JW.

Ahirnya korban pasrah dan pelaku melampiaskan nafsunya kepada korban di rumahnya, di Jalan Yos Sudarso Kecamatan Ilir Timur II kota Palembang.

Lebih lanjut JW menegaskan kalau anaknya masih berstatus pelajar dan dibawah umur.

"Anak saya masih dibawah umur pak, saya takut nanti masa depannya rusak. Semoga pelaku bisa bertanggungjawab dan dihukum seberat-beratnya," tutupnya kepada petugas piket.

Sementara itu, Kasat Reserse Kriminal (Reskrim) Polrestabes Palembang, AKBP Nuryono melalui Kepala SPKT Polrestabes Palembang, AKP Heri membenarkan laporan UU Perlindungan Anak.

Laporan sudah kita terima, selanjutnya laporan korban akan ditindaklanjuti oleh unit Reskrim Polrestabes Palembang," tutupnya.

Kasus Lainnya Terkait Istri Berselingkuh dengan Kakek hingga divideokan di perladangan tebu

Kasus lainnya terjadi di daerah Matua Hilia, Kecamatan Matur, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, seorang petani BJ (55) melaporkan istrinya, NS (42), yang kepergok berselingkuh dengan seorang kakek B (67) di perladangan tebu miliknya. 

Saat ini, kedua pelaku NS dan B sudah ditetapkan sebagai tersangka dan diamankan di Mapolsek Matur untuk pemeriksaan selanjutnya.

"Betul, B dan NS sudah tersangka dan saat ini kasusnya ditangani oleh Polsek Matur," ujar Paur Humas Polres Agam Aiptu Sapta Beni yang dikutip dari Kompas.com. 

Menurut Beni, kejadian itu berawal dari B yang pergi menuju ladang tebunya.

Kemudian tidak berapa lama tersangka NS juga mengikuti dari belakang.

Seorang tetangga yang menjadi saksi, mengikuti kedua orang tersebut hingga ke ladang tebu itu.

Saksi terkejut karena kedua tersangka melakukan perzinahan.

Kemudian saksi merekam adegan itu dan mendatangi kedua tersangka.

Tersangka yang kaget, kemudian melarikan diri.

Selanjutnya, saksi mendatangi suami tersangka, BJ, untuk memberitahu kejadian itu dan memperlihatkan rekaman videonya.

BJ yang tidak terima itu, kemudian melaporkan istrinya dan B ke Mapolsek Matur pada 18 Juli 2019 lalu.

"Polisi yang menerima laporan langsung melakukan tindakan penangkapan terhadap dua tersangka pada Jumat 19 Juli lalu. Saat itu, kedua tersangka menjalani pemeriksaan di Mapolsek Matur," kata Beni.

Kedua tersangka dijerat pasal 284 KUHP tentang tindak pidana perzinahan dengan ancaman hukuman maksimal sembilan bulan penjara.

Razia lokasi pondok di perladangan yang acapkali dijadikan tempat mesum. (HO)

Viral Video Pria Memaki Perempuan di Mal Jakarta

Berita lainnya soal video seorang pria maki wanita di sebauh mal di Jakarta viral di media sosial.

Dalam video tersebut, lelaki yang belum diketahui secara pasti identitasnya ini melontarkan kata-kata kasar kepada wanita.

Lelaki itu juga tampak menunjuk-nunjuk wanita yang merekamnya.

Lewat unggahan instastory @sherinaeklezia, wanita itu pun menjelaskan apa yang telah dialaminya itu.

Ia menjelaskan bahwa kejadian tersebut terjadi di sebuah lobby mal di Jakarta.

Saat itu, dirinya sedang menunggu seseorang yang tidak lain adalah adiknya.

Selang beberapa saat, seoang lelaki tiba-tiba menghampirinya.

Lelaki tersebut kemudian bertanya tentang hal privasi wanita itu.

Namun, ia enggan menjawab pertanyaan tersebut.

Setelahnya, lelaki itu justru melontarkan kata-kata kasar kepadanya.

"Hati-hati bagi yang perempuan.

Jangan pernah sendirian! Gua lagi di Mall Kelapa Gadung, lagi nunggu ade gua.

Gua posisinya ada di lobby MKG1 trus gua didatengin orang yang ga dikenal, dia tiba-tiba nanyain gua "mba single atau udah nikah".

Karena gua merasa itu privacy gua dan gua gamau ngejawab pertanyaan dia, gua jawab "kayaknya saya ga perlu menjawab pertanyaan anda"

Lalu dia ngata ngatain gua dengan kata kata kasar.

Gua perempuan dan gua merasa dilecehkan sama dia.

Terus dia pergi gitu aja dan gua merasa gua ga erima, gua videoin dia," tulis akun @sherinaeklezia , Minggu (21/7/2019).

Tak lama, wanita itu kembali memposting tentang lelaki yang menghakiminya.

"Sekarang pelaku yang berinisial H sedang diamankan di polsek untuk 1x24 jam.

jadi pelajaran aja buat temen-temen terutama perempuan untuk selallu berhati-hati.

Jangan takut untuk melawan orang-orang seperti itu, Tuhan memberkati," tulisnya, Senin (22/7/2019) lalu.

Ia pun mengungkap bahwa lelaki itu sudah menikah dan memiliki dua anak.

"FYI, bapak ini sudah menikah dan sudah punya 2 anak dan anaknya perempuan, miris banget.

amit-amit kalau anak-anak dia yang digituin orang lain apa dia bakal diem aja dan nerima gitu aja," tulisnya saat itu.

Terbaru, wanita tersebut membeberkan latar belakang lelaki yang memakinya berdasarkan keterangan pihak kepolisian.

Ia menyebut jika pria tersebut mengalami gangguan jiwa.

Sehingga, ia memilih tak memperkarakan hal itu.

"Jadi sebagai pihak yang merasa keadaan saya normal, saya tidak menindak lanjut kasus ini.

Untuk selanjutnya bapak tersebut akan ditangani oleh pihak kepolisian mengenai tes urin dan sebagainya," tulisnya.

Ia juga menjelaskan bahwa dirinya tidak akan memperpanjang kasus tersebut.

"Terima kasih banyak untuk teman teman yang telah mendukung saya dan memberi banyak saran untuk saya selama kasus ini berjalan.

Saya telah membuat surat pernyataan bahwa saya tidak menindak lanjuti kasus ini ke persidangan dikarenakan pelaku mengalami gangguan jiwa.

Terimakasih kepada Polsek Kelapa Gading yang telah membantu saya dalam menangani kasus ini," terangnya.

Hingga berita ini diturunkan, TribunJakarta masih mencoba menggali lebih dalam terkait video viral ini.

Sebelumnya, TribunJakarta.com sudah mencoba menghubungi wanita tersebut melalui direct message Instagram, namun belum mendapat resposn.

Penjelasan polisi

Dalam unggahan Instagram stories tertanggal Sabtu (20/7/2019) tersebut, pemilik akun menyebutkan bahwa ia dilecehkan secara verbal oleh seorang pria di Mall Kelapa Gading (MKG) 1, Jakarta Utara.

Kejadian itu dibenarkan Kapolsek Kelapa Gading, Kompol Jerrold Kumontoy.

Menurut Jerrold, kejadian itu bertempat di Lobby MKG 1.

"Jadi si cewek ini sedang menunggu keluarganya di Lobby MKG 1 tapi dia ada didalam. Tiba-tiba disamperin si H (pelaku)," kata Jerrold.

Dijelaskan Jerrold, pria itu awalnya bertanya kepada pemilik akun apakah ia sudah memiliki pacar atau suami.

Ditanyai seperti itu, Sherina menolak menjawab pertanyaan tersebut karena menurutnya itu adalah pertanyaan yang bersifat personal.

Pria tersebut lalu emosi dan melontarkan kata-kata kasar kepada wanita itu.

"Sama cewek ini dikejar karena merasa dilecehkan dia," ucap Jerrold.

Percekcokan antara pria dan wanita itu semakin memanas saat sang wanita mengambil handphone dan merekam si pria itu.

Sambil merekam, Sherina terus mendesak dengan bertanya mengapa pria itu berkata kasar kepadanya.

Percekcokan antara kedua orang itu menjadi perhatian sekuriti mall yang berupaya memisahkan mereka.

"Tapi mereka (di pos keamanan) masih alot, si cowok ini merasa dia tidak bersalah hanya karena omongan. Kalau si cewek merasa dilecehkan dengan omongan. Akhirnya dibawa ke kantor (polisi)," jelas Jerrold.

Polisi lantas memintai keterangan kedua belah pihak di Mapolsek Kelapa Gading.

Namun, menurut Jerrold, pria tersebut sering menjawab tidak nyambung pertanyaan yang dilontarkan polisi.

"Melihat hal yang seperti itu, keluarga korban memutuskan tidak dulu membuat LP karena mereka tahu si pelaku ini memberikan keterangan tidak nyambung. Tapi mereka berjanji akan membuat LP," kata Jerrold.

Setelah itu, sang wanita yang didampingi keluarganya diperbolehkan pulang dari kantor polisi, sementara si pria masih diinterogasi.

Jerrold mengatakan, di sela-sela interogasi, keluarga pria tersebut datang dan memberikan keterangan bahwa pria tersebut mengalami depresi berat karena ditinggal istri dan anak-anaknya.

"Berjalannya waktu, ibunya cerita ke sana ke sini ternyata dari kolega ibunya melihat foto si pelaku mereka bilang 'wah ini memang stress nih, sudah beberapa orang yang dibegitukan'," kata Jerrold.

Belakangan, setelah diketahui pria itu disinyalir mengalami gangguan jiwa, wanita yang mengaku dilecehkan mengurungkan niatnya membuat laporan. (*)

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Modus Ajak Jalan-jalan, Seorang Remaja 17 Tahun Ini Perkosa Bocah 6 Tahun"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel