Para Remaja di Daerah Ini Kecanduan Obat Batuk Buat Mabuk, Polisi: Ada yang Sekali Tenggak 35 Butir - Berita.Lagioke.Net

Para Remaja di Daerah Ini Kecanduan Obat Batuk Buat Mabuk, Polisi: Ada yang Sekali Tenggak 35 Butir


Memang sih beberapa jenis ganja ada yang digunakan sebagai bahan obat-obatan, akan tetapi dengan takaran yang pas. Dengan demikian orang yang mengkonsumsi obat tersebut tidak akan terlihat mabuk.

Berbeda kalau dikonsumsi secara berlebihan dan sembarangan, jelas akan cepat menghilangkan akal pikiran juga mempercepat kerusakan sel tubuh manusia.

Belum lama ini, diketahui Polisi di Bengkulu berhasil membongkar praktik penyalahgunaan dan peredaran obat batuk Samcodin untuk mabuk-mabukan di kalangan remaja.

Kasat Narkoba Polres Bengkulu Selatan Iptu Welli Wanto Malau mengatakan, obat batuk tersebut diduga dapat menimbulkan kecanduan dan halusinasi.

"Ada yang sudah ketergantungan tinggi mampu menelan 35 butir pil sekali tenggak," kata Welli saat dihubungi Kompas.com.

Welli menjelaskan, pengaruh obat itu juga membuat para pecandu nekat berbuat kriminal.

Hal itu terungkap saat petugas kepolisian mengamankan sejumlah remaja putri karena melakukan pencurian emas.

Setelah diinterogasi, motif pelaku melakukan pencurian adalah untuk membeli tuak dan Samcodin.

"Efek kriminalitas akibat penyalahgunaan obat tersebut bermacam-macam 

Ada kasus remaja nekat mengancam pembunuhan terhadap orangtuanya karena butuh uang untuk membeli obat tersebut," jelas Welli.

Sasar kalangan remaja

Polres Bengkulu Selatan lakukan razia penyalahgunaan obat batuk merek samcodin yang sering digunakan remaja setempat untuk mabuk-mabukan.


Dari hasil operasi sejak bulan April hingga 2 Juni 2020, aparat mengamankan setidaknya 50.000 butir obat batuk Samcodin, satu unit mobil Toyota Vios dan uang tunai Rp 35,9 juta.

Polisi juga telah menetapkan 8 orang tersangka dalam kasus tersebut.

"Penyalahgunaan obat batuk di Bengkulu Selatan dikonsumsi secara berlebihan untuk mabuk-mabukan oleh kalangan remaja memang dalam kondisi mengkhawatirkan.

Oleh karena itu, kami bergerak cepat melakukan sejumlah razia, menyita, dan menetapkan tersangka pada sejumlah pengedar pada kalangan remaja," katanya.

Saat ini, polisi dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) serta asosiasi apoteker di Bengkulu Selatan memperketat pereadarannya.

"Sekarang obat tersebut peredarannya dikontrol ketat oleh polisi, mereka tetap boleh menjual namun harus dilengkapi dengan surat menyurat,

surat ekspedisi dan hanya boleh menjual dengan jumlah sedikit.

Kontrol penjualan diawasi ketat oleh polisi.

Selanjutnya pedagang obat tidak boleh menjualkan pil tersebut pada anak remaja,"

Lalu, untuk para tersangka akan dijerat dengan UU Kesehatan RI No 36 Tahun 2009, karena tidak punya izin untuk mengedarkan obat-obatan berdasarkan ketentuan yang berlaku. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Marak Obat Batuk Buat Mabuk, Polisi: Ada yang Sekali Tenggak 35 Butir 

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Para Remaja di Daerah Ini Kecanduan Obat Batuk Buat Mabuk, Polisi: Ada yang Sekali Tenggak 35 Butir "

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel