Sang Ibu Mulai Kesulitan Menggendong Anaya dan Inaya, Bayi Kembar Siam di Lombok Timur - Berita.Lagioke.Net

Sang Ibu Mulai Kesulitan Menggendong Anaya dan Inaya, Bayi Kembar Siam di Lombok Timur


Diberikan momongan memang sebuah anugerah terindah bagi sepasang suami istri, dimana memang itulah yang sudah dinantikan sejak lama. Dan tidak setiap orang diberikan kesempurnaan untuk menerima ataupun malah zonk, alias dalam jangka waktu lama tidak kunjung demikian.

Cuman beberapa seorang ibu saja di dunia yang diberikan keistimewaan seperti ini. Namun tergantung dari bagaimana orang tuanya menyikapi ketika diberikan cobaan seperti demikian.

Senyum bahagia terpancar dari wajah Husniati, ibu kembar siam Anaya dan Inaya. Bermain bersama anak kembar siam memiliki keasyikan tersendiri.

Dan itu memberi kebahagiaan bagi sang ibu.

Siang itu, di depan teras rumahnya, yang berada di Dusun Jurit Selatan, Desa Jurit, Lombok Timur, terlihat Husniati (40) sedang menggantikan popok kedua bayinya yakni Anaya dan Inaya, Jumat (26/6/2020).

Namun, saat memasang popok, Husniati terlihat sedikit kesulitan, sesekali Anaya dan Inaya terlihat saling tendang menendang, dikarenakan bayi tersebut merupakan bayi kembar siam.

Bagi Husniati dan suaminya Jupri (38), bayinya tersebut merupakan anugerah dari Tuhan yang mahakuasa yang harus dirawat, dan dijaganya, meskipun lahir dalam keadaan tidak normal. Husniati awal mengetahui bayinya itu kembar siam saat pada bulan ke 5 kehamilannya, di mana dokter di RSUD Sudjono Lombok Timur, memastikan anaknya kembar siam.

Hingga kelahirnnya pada Mei 2019 lalu dengan cara dioperasi sesar, anaknya tersebut lahir dengan keadaan dada yang terdempet, dengan memiliki 2 jantung, namun mempunyai satu hati yang berada di tengah-tengah.

Mengetahui kondisi anaknya waktu itu, perasaan Husniati hanya bisa bersyukur, dan harus menerima segala kondisi kedua bayinya tersebut. “Waktu melahirkan, perasaan terharu, bahagia, sedih, tidak bisa saya ungkapkan dengan kata-kata, kenapa kok anak saya begini, ada rasanya seperti itu juga, tapi mereka adalah darah daging saya, anak saya bagaimanapun dia, saya harus tegar,” kata Husniati, saat ditemui Kompas.com.

Hingga umur anaknya sudah beranjak 11 bulan dengan berat 14 kilo, ia kini mendapatkan beberapa kesulitan. Misalnya, kesulitan saat menyusui. Dirinya juga terkadang sudah tidak bisa menggendong kedua anaknya tersebut.

“Kesulitan pertama saat menggendong, saya pingin menggendong anak saya sepuasnya, tapi karena beratnya mereka terus bertambah, sampai-sampai tidak muat untuk gendong dua-dunya,” kata Husniati.

Selain itu, tingkah dari bayinya yang tidak satu tujuan, membuat kesulitan Husniati beserta suaminya. “Pas digendong ada yang mau di sana, dan juga ada yang mau di sini, kan tidak bisa,” kata Husniati.

Tingkat kesulitan yang paling tinggi dirasakan Husniati, saat salah satu bayinya tidur, dan satunya lagi bangun. Bayinya yang tidur terpaksa harus rela dibangunkan untuk menemani saudaranya beraktivitas.

“Pas yang satunya tidur, dan yang satunya masih bangun, terus maunya jalan-jalan yang satunya, terpaksa yang masih tidur ini kami angkat, terkadang juga digeret yang satunya,” kata Husniati, sedih membayangkan kondisi anaknya.

Kendati demikian, Husniati tetap berbesar hati dan merawat bayinya tersebut dengan penuh kasih sayangnya. Tidak ingin kalah dengan anak-anak yang lain, Husniah tetap mengajarkan kedua bayinya tersebut berhitung, dan belajar berinteraksi dengan orang lain.

Biaya Operasi Miliaran

Husniati mendapatkan kabar dari dokter di rumah sakit bahwa, biaya untuk melakukan operasi untuk pemisahan anaknya tersebut mencapai Rp 1,5 miliar. Hanya satu harapan Husniati, dua ankanya yang mungil itu dapat segera dipisahkan.

Dirinya mengharapkan ada donator dapat membantu menyumbangkan rezekinya agar dapat memenuhi biaya yang dibutuhkan.

Sementara itu, Kepala Desa Jurit Zulkarnain menyampaikan, dirinya sangat prihatin dengan kondisi warganya tersebut. Ia telah menginstruksikan kepada Kepala Dusun agar menggalang dana di masyarakat berapapun jumlahnya.

“Kami berinisiatif menggalang dana di masyarakat, kerena bagaimanapun, warga ini kita satu jiwa, kita harus peduli,” kata Zul.

Zul menuturkan, bahwa biaya yang dibutuhkan untuk operasi bayi tersebut tidaklah sedikit. “Operasi juga harus membutuhkan biaya yang besar, kalau tidak salah itu samapai Rp 1,9 miliar, dan tentu ini bukan biaya yang sedikit,” kata Zul.

Direktur RSUD Sudjono Tantowi menyampaikan bahwa taksiran biaya untuk biaya operasi pemisahan Anaya dan Inaya mencapai Rp 1,2 miliar. “Saat ini masih dibutuhkan Rp 1,2 miliar,” kata Tantowi, saat dikonfirmasi melalui pesan singkat.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Sang Ibu Mulai Kesulitan Menggendong Anaya dan Inaya, Bayi Kembar Siam di Lombok Timur"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel