Sedih, Tak Bisa Ambil Bansos karena Tidak Bawa KTP, Sayitno Ambruk Meninggal di Depan Kantor Pos - Berita.Lagioke.Net

Sedih, Tak Bisa Ambil Bansos karena Tidak Bawa KTP, Sayitno Ambruk Meninggal di Depan Kantor Pos


Namanya juga bantuan dari pemerintah untuk kalangan tidak mampu, harus bisa disalurkan dengan cepat dan tepat sasaran, tanpa harus mempersulit mereka.

Akan tetapi sayang, sekarang ini masih belum bisa diterapkan karena masih ada saja oknum yang serakah. Dimana orang yang sejatinya mampu, malahan juga ikut serta berebut bantuan.

Belum lama ini ada kasus yang cukup mencengangkan berkaitan dengan bantuan tersebut, yang bahkan melibatkan nyawa seseorang.

Peristiwa meninggalnya almarhum Sayitno (65), warga Kelurahan Plombokan Kecamatan Semarang Utara di area parkir kantor Pos Semarang, memantik perhatian dari pihak manajemen kantor Pos Semarang.

Pihak keluarga besar Kantor Pos Semarang mengucapkan bela sungkawa kepada keluarga almarhum.

"Kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas meninggalnya Almarhum Bapak Sayitno sebagai penerima bansos tunai ( BST) yang belum sempat mengambil bansos tersebut lantaran tidak membawa KTP sebagai syarat pengambilan BST," terang kepala kantor Pos Semarang Mujiyono melalui keterangan tertulis yang diterima Tribunjateng.com, Selasa (2/6/2020).

Mujiyono menyampaikan, almarhum datang ke Kantor Pos Johar dan dilayani oleh petugas juru bayar sekira pukul 10.25 WIB.

Namun almarhum datang hanya dengan membawa KTP fotokopi dan hanya membawa surat undangan pengambilan.

Kemudian petugas juru bayar menyarankan untuk meminta surat keterangan dari Kelurahan sebagai pengganti KTP.

"Sedangkan syarat-syarat pengambilan BST sebenarnya sudah tertulis dalam undangan yang dibagikan ke penerima, dengan harapan pada saat pengambilan bansos seluruh persyaratan sudah terpenuhi dan pihak juru bayar bisa segera memproses," jelasnya.

Mujiyono menjelaskan, proses pencairan BST tersebut dimulai dari verifikasi KTP atau surat keterangan dari Lurah dengan Daftar Nominatif yang ada.

Kesesuaian foto diri dengan KTP dan proses memotret langsung penerima yang diakhiri dana langsung dibayarkan kepada penerima.

Dalam pelaksanaan pembayaran, lanjut Mujiyono, pihak juru bayar selalu memantau dan mendahulukan kepada penerima yang sudah berumur atau manula, disabilitas maupun yang sedang dalam gangguan kesehatan.

"Petugas kami langsung membimbing dan mendahulukan proses pembayaran orang berkategori tersebut," terangnya.

Menurut Mujiyono, berdasarkan pantauan petugas almarhum Suyitno pada saat proses antrian sampai ke meja juru bayar tampak sehat secara fisik.

"Maka kami melayani almarhum seperti penerima bansos lainnya, tidak kami prioritaskan," jelasnya.

Mujiyono juga memberikan imbauan kepada masyarakat penerima BST pada saat akan mengambil BST untuk melengkapi syarat pengambilan dan datang pada jadwal yang sudah ditetapkan.

Ketika datang ke kantor pos dengan pesyaratan lengkap maka proses pengambilan BST berjalan dengan cepat dan lancar.

Selanjutnya terkait alokasi BST untuk almarhum, kantor pos akan menyalurkan sesuai prosedur kepada ahli waris secepatnya.

"Semoga Almarhum dapat diterima Allah SWT semua amal ibadahnya dan kepada keluarga yang ditinggalkan diberikan keihklasan dan ketabahan," tandas Mujiyono. (iwn)

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Sedih, Tak Bisa Ambil Bansos karena Tidak Bawa KTP, Sayitno Ambruk Meninggal di Depan Kantor Pos"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel