Tidak Cuman Ditaruh di Kandang Kucing, Pasutri Ini Juga Siram Air Mendidih ke Anaknya yang Masih Berusia 5 Tahun hingga Tewas - Berita.Lagioke.Net

Tidak Cuman Ditaruh di Kandang Kucing, Pasutri Ini Juga Siram Air Mendidih ke Anaknya yang Masih Berusia 5 Tahun hingga Tewas


Orang yang sudah dikasih ujian untuk belum memiliki momongan tentu akan sedih hati dan selalu berharap memiliki anak kandung sendiri.

Namun terkadang yang sudah diberikan seorang anak, malah disia-siakan dan bahkan disiksa seperti ini. Sungguh kejam memang orang seperti itu dan pantas dihukum berat.

Pasangan ini mungkin layak mendapat predikat sebgai orang tua paling kejam.

Pasalnya mereka tega menyiksa darah dagingnya sendiri dengan cara yang keji hingga bocah malang itu meninggal dunia.

Pasangan asal Singapura ini diketahui mengurung anaknya yang berusia 5 tahun di kandang kucing.

Kemudian bocah malang itu disiksa, salah satunya dengan disiram air mendidih hingga akhirya ia meningal dunia pada 2016 lalu.

Bahkan, melansir dari The Straits Times, jaksa penuntut menggambarkan kasus ini sebagai "salah satu kasus pelecehan anak terburuk".

Pada Senin (13/7/2020) Pengadilan Tinggi setempat telah menetapkan hukuman kepada mereka.

Ridzuan Mega Abdul Rahman (28) dijatuhi hukuman 27 tahun penjara dan 24 hukuman cambuk.

Sementara sang istri, Azlin Arujunah (28) juga dijatuhi hukuman penjara 27 tahun dengan tambahan satu tahun sebagai pengganti hukuman cambuk.


Pasangan ini telah menyiramkan air panas kepada anak mereka sebanyak empat kali antara 15-22 Oktober 2016.

Penyiksaan itu mereka lakukan di kediaman mereka di Toa Payoh.

Mereka kemudian membawa bocah itu ke rumah sakit sekitar tujuh jam setelah dia pingsan pada insiden terakhir.

Tapi bocah itu akhirnya meninggal dunia pada 23 Oktober 2016 karena luka bakar yang meliputi sekitar 75 persen tubuhnya.

Selain menyiram air panas, pasangan itu juga mengurung bocah itu di dalam kandang kucing.

Bocah itu bahkan dijepit menggunakan tang, dipukul pakai sapu, hingga telapak tangannya dibakar dengan sendok yang dipanaskan.

Selama persidangan, Hakim Valerie Thean mengatakan bahwa tindakan mengurung itu "sangat kejam".

Mengingat beberapa bagian dari kandang berukuran 91 cm x 58 cm x 70 cm itu terbuka di beberapa bagian.

Tentunya, kandang itu terlalu sempit untuk ditempati seorang anak dengan tinggi 1,05 meter.

Pasangan yang diketahui merupakan pengangguran itu semula dituntut atas pembunuhan dengan menyebabkan luka bakar yang fatal pada bocah itu.

Pada bulan April, Hakim Thean meminta penuntut untuk mengajukan tuntutan alternatif atas tindakan menyiram air panas.

Pada bulan Juni, hakim secara resmi membebaskan pasangan pembunuhan dan malah menghukum mereka karena menyebabkan luka dengan cara berbahaya.

Pada hari senin, jaksa penuntut meminta hukuman penjara seumur hidup untuk Azlin dan Ridzuan.

Wakil Jaksa Penuntut Umum Tan Wen Hsien berpendapat bahwa bocah itu kesakitan selama seminggu dan "nasibnya lebih menderita daripada kematian".

Tetapi, pasangan itu terus menerus melecehkan bocah itu alih-alih mencari bantuan medis.

Bahkan setelah bocah itu dibawa ke rumah sakit, pasangan tersebut mengatakan bahwa luka-lukanya disebabkan oleh dirinya sendiri, kata DPP.

Namun, dengan berbagai pertimbangan jaksa memutuskan untuk mengajukan banding atas hukuman penjara seumur hidup tersebut.

Diketahui, sejak lahir pada 2011, anak itu telah diadopsi oleh sebuah keluarga.

Namun, pada 2015 mereka mengembalikan anak itu pada orang tua kandungnya.

Tetapi, oleh orang tua kandungnya, ia malah disiksa sampai ajal menjemputnya.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Tidak Cuman Ditaruh di Kandang Kucing, Pasutri Ini Juga Siram Air Mendidih ke Anaknya yang Masih Berusia 5 Tahun hingga Tewas"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel