Padahal Cuman Marbot Masjid, Namun Bisa Sukses Raih Gelar Profesor & Jadi Guru Besar - Berita.Lagioke.Net

Padahal Cuman Marbot Masjid, Namun Bisa Sukses Raih Gelar Profesor & Jadi Guru Besar

Kehidupan yang memiliki perekonomian terbatas sekali, tidak menutup kemungkinan dirinya akan mendapatkan kesuksesan di masa mendatang. Dikarenakan dengan kerja keras dan kemauan untuk berhasil, bisa menjadikan dirinya memiliki kehidupan lebih baik. Berikut salah satu orang yang dapat dijadikan sebagai inspirasi dalam hidup kalian.

Belakangan ini nama Khairuddin mendadak viral di jagat media sosial karena pencapaiannya yang patut diacungi jempol. Prof. Khairuddin atau yang akrab disapa Udin merupakan seorang marbot masjid yang berhasil meraih gelar profesor bahkan telah dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam Bidang Ilmu Sistem otomasi Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Perjalanan hidup Udin pun menuai banyak pujian setelah kisahnya viral beredar di media sosial. Gelar Guru Besar itu pun baru saja disematkan secara resmi oleh pihak Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) pada Sabtu, (8/8) lalu. Berikut informasi selengkapnya:

Seorang Marbot Masjid


Kisah Prof.Khairuddin menjadi viral setelah sebuah akun Facebook milik Falasifah Ani Yuniarti membagikan cerita tersebut dengan judul tulisan 'Udin dari Marbot Masjid Jadi Profesor'. Dalam unggahan tersebut tertulis jika Udin bertolak ke Yogyakarta pada tahun 1998 sebagai mahasiswa baru jurusan elektro di Universitas Negeri Yogyakarta.

Dalam unggahan tersebut, dikisahkan bagaimana Udin nekat dengan hanya berbekal doa meninggalkan kampung halamannya di Purwokerto untuk menuntut ilmu. Untuk memenuhi biaya hidup dan kuliah ia harus membagi waktu menjadi takmir masjid sambil berjualan tempe.

Hidup Prihatin

Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya selama merantau di Yogyakarta, Udin harus pintar membagi waktunya untuk kuliah, belajar, menjadi marbot masjid, dan juga berjualan tempe. Sebelum tinggal dan menjadi marbot masjid, Udin ternyata juga pernah berjualan koran di pertigaan lampu merah.

"Kehidupannya yang tidak berkecukupan membuatnya prihatin. Kuliah, tinggal, dan mengurus masjid Al Amin. Jadi marbot dan jualan tempe," dikutip dari Facebook Falasifah pada 4 Agustus 2020 lalu.

Menjalani Berbagai Kegiatan

Dalam unggahan tersebut diceritakan bagaimana Udin setiap selepas subuh harus mulai mengayuh sepeda bututnya untuk mengambil tempe jualannya dan mengantarkan ke pelanggan. Setelah itu, ia harus pulang lalu dilanjutkan dengan membersihkan masjid sebelum berangkat ke kampus yang berjarak sekitar 5 kilometer dari tempatnya.

Tak jarang, Udin pun harus kembali ke masjid di sela-sela jam kuliahnya untuk mengumandangkan adzan dan sholat terlebih dahulu. Sore harinya, kegiatan Udin dilanjutkan dengan mengajar anak-anak mengadi di TPA masjid. Selepas isya, Udin pun harus kembali mengantarkan tempe ke pelanggannya yang lain.

"Setiap malam kamis, pengajian rutin disiapkannya. Sebagai marbot masjid, ia mengangkat minum dan snack, membagikan ke jemaah yang hadir mengaji. Setelahnya, ia merapikan lagi tikar gelaran tadi, menyapu dan mengepelnya," tulis unggahan itu.

Perjalanan Pendidikannya


Setelah lulus S1 dengan predikat cumlaude di Universitas Negeri Yogyakarta pada tahun 2002, Udin meneruskan pendidikan S2-nya di ITS. Di tahun yang sama di kelulusannya, ia juga diangkat menjadi dosen di jurusan Pendidikan Teknik Elektro Fakultas Teknik UNY.

Pada 2004, ia melanjutkan studi S2 di ITS mengambil bidang ilmu Teknik Elektro Sistem Kendali dan lulus pada 2006. Tahun berikutnya, ia melanjutkan studi S2 kembali di Malaysia mengambil bidang ilmu Teknik Elektro Kendali Robotika dan Mekatronika.

Dilanjutkan di kampus yang sama, ia menempuh program doktoral pada bidang ilmu yang sama dan lulus di tahun 2011. Lalu, Prof Khairudin mengemban jabatan sebagai Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kerjasama dari 2016 hingga sekarang.

Komentar Warganet

Setelah viral, kisah Prof.Khairuddin ini pun banyak menjadi inspirasi oleh warganet.

"Kejar dunia, maka hanya dapat dunia saja. Kejar akhirat, dunia pun mengikuti. ," kata @pribaditeduh

"Jangan pernah memandang sebelah mata seseorang,apalagi hanya dri penampilan," tulis @dendirs_

"Allah menepati janjinya kepada orang yang bersungguh sungguh," kata @hermanza40

"Masha Allah, ga cuma sukses didunia, amal jariyah pun juga," puji @seokjinwaifu

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Padahal Cuman Marbot Masjid, Namun Bisa Sukses Raih Gelar Profesor & Jadi Guru Besar"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel