Pemulung Ini Ngaku Curi Perhiasan Rp 300 Juta, Tapi Sisanya Dibagikan ke Orang Jalanan - Berita.Lagioke.Net

Pemulung Ini Ngaku Curi Perhiasan Rp 300 Juta, Tapi Sisanya Dibagikan ke Orang Jalanan

Bermacam-macam perilaku dari orang jahat, dimana ada yang memanfaatkan barang curian untuk pribadi, atau bahkan ada beberapa yang memiliki sifat layaknya Robin Hood. Yakni mencuri barang berharga dari orang punya, kemudian dibagikan kepada orang yang membutuhkan.

Polsek Semarang Selatan menangkap Mat Syafii (33) setelah beberapa kali melakukan aksi pencurian.

Terakhir, warga asal Desa Bologarang, Kecamatan Penawangan, Grobogan ini beraksi di rumah milik Yayuk Suwartini (61), di Jalan Erlangga Barat, Pleburan, Semarang Selatan pada Rabu (1/7/2020) sekitar pukul 21.00 WIB.

Kapolsek Semarang Selatan, Kompol Untung Kistopo mengatakan, dalam aksinya itu Mat Syafii menggasak perhiasan senilai Rp 300 juta.

Pelaku ditangkap berikut barang bukti uang tunai senilai Rp 50 juta, mobil pikap, dan sejumlah perhiasan emas.

"Kami dapat laporan dari pemilik rumah langsung gerak untuk penelusuran," kata Untung Kistopo, Rabu (12/8/2020).

Dalam penelusuran tersebut, lanjut Untung, pihaknya menemukan ciri-ciri pelaku, yakni membawa karung dan ada tanda khusus di tangan kanannya.

Dengan bekal ciri-ciri tersebut dikembangkan sampai akhirnya identitas pelaku diketahui.

"Akhirnya dia kami tangkap saat memulung," katanya.

Dari hasil pemeriksaan yang pihaknya lakukan, pelaku sebelum beraksi mengamati sejak tiga hari sebelumnya.

Pelaku berpatokan pada volume sampah di depan rumah yang tidak berubah dan lampu yang tak pernah padam.

Hal itu diyakini pelaku kalau pemilik rumah sedang tidak ada.

Untuk masuk ke dalam rumah, pelaku memanjat pagar dan mencongkel jendela.

Saat di dalam rumah, pelaku langsung menuju kamar.

Di situ pelaku menguras habis perhiasan berikut lima telepon genggam yang ada.

Sebelum pergi, pelaku juga menggondol sepeda.

Sebagian hasil curiannya, ujar Mat Syafii, telah dijual di Pasar Peterongan seharga Rp 110 juta.

Uang tersebut telah digunakan.

"Rp 50 juta saya tabung untuk masa depan, Rp 30 juta saya belikan mobil pikap untuk usaha."

"Lalu saya belikan perhiasan untuk istri, sisanya saya berikan orang yang hidup di jalanan yang membutuhkan," ujarnya.

Dia mengaku sudah beberapa kali melakukan pencurian.

Termasuk di warung-warung yang ada di jalan Semarang menuju Demak. Atas aksinya, Mat Syafii dijerat Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Pemulung Ini Ngaku Curi Perhiasan Rp 300 Juta, Tapi Sisanya Dibagikan ke Orang Jalanan"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel