Bocah SD Ditemukan Tewas Setelah Dipukul Temannya Pakai Balok Kayu - Berita.Lagioke.Net

Bocah SD Ditemukan Tewas Setelah Dipukul Temannya Pakai Balok Kayu



Namanya perkelahian memang tidak diperbolehkan dan itu melanggar hukum jika dilakukan secara liar, terlebih menggunakan senjata yang bisa menyebabkan celaka terhadap orang lain. Dikarenakan kita tidak dapat mengetahui seperti apakah imbas daripada pertarungan tersebut.

Seperti yang dilakukan oleh bocah berikut, dimana telah melakukan tindak pembunuhan terhadap temannya yang masih berusia belasan tahun juga.

Muhammad Reivan Pasha (13) ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa di Sungai Kapuas, Pontianak, Kalimantan Barat, Minggu (27/9/2020).

Ia tewas  tenggelam usai dipukul oleh temannya yang bernisial Ba (11) dengan menggunakan balok kayu. Keduanya diduga sempat terlibat perkelahian hingga menyebabkan korban meninggal dunia.

Kabar ini seketika meninggalkan duka cita mendalam bagi keluarga Pasha. Terkini, orang tua korban berharap agar pelaku diproses hukum sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

"Kami menginginkan pelaku atau tersangka diproses hukum, sesuai dengan ketentuan yang berlaku, atau dibina di Bapas (Balai Pemasyarakatan) bukannya dikembalikan kepada orang tuanya agar bisa memberikan efek jera," ujar ibu Pasha, Rudiyanti di Pontianak, Selasa.

Dia menjelaskan, sebagai orang tua, pihaknya memang harus mengikhlaskan kepergian anaknya. Namun dalam hal ini proses hukum tetap harus berlanjut, meskipun pelakunya juga anak-anak.

"Karena kalau tidak diproses atau dibina di Bapas, kami khawatir kasus-kasus seperti ini akan terjadi lagi, sehingga harus ada efek jera juga kepada pelaku," katanya.

Bukan tanpa sebab ia meminta pelaku dihukum, Rudiyati menilai di usia anak-anak saja, mereka berkelahi sudah menggunakan media kayu yang berbahaya, sehingga menyebabkan orang lain meninggal.

"Cukup dalam hal ini anak kami yang menjadi korban, dan tidak ada korban lain dalam hal ini, sehingga pelaku nantinya bisa dibina di Bapas agar menjadi lebih baik lagi," ungkapnya.

Sementara itu, Kapolresta Pontianak, Kombes (Pol) Komarudin menyatakan, dalam pasal 21 (1) hurup A, UU No. 35/2014 tentang perubahan atas UU No. 23/2002 tentang Perlindungan Anak, anak yang belum berumur 12 tahun, melakukan tindak pidana, maka penyidik atau Bapas mengambil kesimpulan, dimungkinkan anak tersebut dikembalikan kepada orang tua untuk dilakukan pembinaan.

"Namun dalam hal ini, tentunya kami akan melihat perkembangan dalam penanganan kasus ini, dan akan melibatkan KPPAD (Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah) Kalbar," ujarnya.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Bocah SD Ditemukan Tewas Setelah Dipukul Temannya Pakai Balok Kayu"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel