Mitos vs Fakta di Balik Cerita Rumah Tusuk Sate - Berita.Lagioke.Net

Mitos vs Fakta di Balik Cerita Rumah Tusuk Sate


Apa yang terlintas di kepala jika mendengar rumah tusuk sate? Angker, mengerikan, pembawa sial, hingga bikin rusak keharmonisan pemilik rumah menjadi mitos yang sudah mahfum berkeliaran di pikiran masyarakat Indonesia.

Kepercayaan akan mitos rumah tusuk sate atau rumah yang berada tepat di ujung jalan atau pertigaan. Sejak zaman dulu, rumah tusuk sate kerap dihindari masyarakat untuk membelinya. Cerita turun-temurun dari mulut ke mulut orang tua dulu, mitos rumah tusuk sate tak lekang dimakan waktu.

Dirangkum dari berbagai sumber, sejumlah mitos terhadap rumah tusuk sate masih dipercayai masyarakat. Meski kenyataannya, ada penjelasan ilmiah terhadap mitos-mitos yang berkembang.

1. Hawa Panas

Salah satu mitos rumah tusuk sate yang berkembang yaitu punya hawa panas. Mitos ini dipercayai menjadi musabab pertengkaran atau ketidakharmonisan rumah tangga pemilik rumah bertengkar.

Karena berada di ujung jalan, rumah tusuk sate sangat dimungkinkan terkena paparan sinar matahari langsung. Paparan sinar matahari ini yang menjadikan rumah tusuk sate berhawa lebih panas dibanding rumah lainnya.

Beberapa penelitian menyebutkan, hawa panas menjadi salah satu penyebab seseorang lebih mudah emosi dan marah. Pemilik rumah sejatinya bisa mengakali dengan membuat atau menambahkan kanopi agar sinar matahari tak langsung menerpa dinding.

2. Bikin Penghuni Sering Sakit

Banyak masyarakat percaya, rumah tusuk sate membuat penghuninya sering mengalami sakit. Belum lagi banyak ahli feng shui yang menyebut rumah tusuk sate punya aliran chi yang sangat kuat yang membuat penghuni rumah lebih mudah sakit.

Kenyataannya, karena lokasi yang berada tegak lurus dengan jalan, maka aliran angin sangat kuat. Tentu saja, angin membawa debu dan kotoran masuk yang berpotensi menimbulkan penyakit.

Penghuni bisa mengatasinya dengan menempatkan pintu dan jendela menghadap jalan. Melainkan di area samping untuk menghindari terpaan angin pembawa debu dan kotoran.

3. Pembawa Sial

Satu kepercayaan lain adalah rumah tusuk sate pembawa sial karena bisa bikin penghuninya rawan mengalami kecelakaan. Padahal faktanya, karena tepat berada di ujung jalan, potensi ancaman tertabrak jadi lebih besar.

Karena itu, pemilik rumah tusuk sate bisa membuat pagar tembok atau pot besar untuk meminimalisir kejadian buruk jika terjadi kendaraan rem blong.

4. Seret Rezeki

Banyak yang percaya menempati rumah tusuk sate bisa mengalami kerugian secara materi ataupun kehilangan pekerjaan. Mitos lainnya, yakni bikin seret rezeki penghuninya.

Faktanya, hal ini sangat mungkin dari posisi rumah tusuk sate tersebut yang membuat penghuninya mengeluarkan dana tambahan. Misalnya kelebihan tanah yang kemudian menjadi halaman, atau membuat pagar tembok untuk meminimalisir tertabrak kendaraan.

5. Angker

Mitos terakhir yang berkembang adalah rumah tusuk sate terkesan angker. Selain itu rumah tusuk sate punya daya tarik tersendiri untuk menarik minat hantu datang dan menetap di sana.

Padahal, banyak penelitian menyebutkan pengakuan melihat hantu disebabkan oleh otak yang berusaha memahami penurunan informasi dari saraf optik. Sehingga menyebabkan otak memiliki gambaran lain atau ilusi terhadap yang dilihat mata.

Karena itu, pola dan gaya hidup sehat disertai rutin olahraga bisa membuat otak jadi lebih berpikir positif. Sementara kesan angker lebih kepada bagaimana penghuni rumah menata dekorasi. Pemiliknya mungkin bisa lebih rajin membersihkan atau menata ulang perabotan agar lebih rapi dan menghilangkan kesan angker. 

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Mitos vs Fakta di Balik Cerita Rumah Tusuk Sate"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel