Bila Ada Kereta Telat di Negara Ini, Biasanya Ada yang Lagi Bunuh Diri - Berita.Lagioke.Net

Bila Ada Kereta Telat di Negara Ini, Biasanya Ada yang Lagi Bunuh Diri


Sebuah jalur kereta api di Jepang, Yokohama Line dari East Japan Railway Company (JR East), yang jadi penghubung Stasiun Higashi-Kanagawa di Yokohama, dan Stasiun Hachioji, Tokyo, baru-baru ini jadi sorotan publik.

Sebabnya, seorang warganet menceritakan kisah kelam di balik jalur yang kerap disebut ‘Tokyo Mega Loop’ tersebut. Adapun momen yang menjadi fokusnya adalah ketika kereta sedang mengalami penundaan, itu bukan karena kesalahan dari pihak kereta.

Ceritanya dibagikan Mikail Mirai lewat akun @mikailamirai di TikTok, pada 22 Mei 2021 lalu. Dalam unggahan berdurasi kurang dari semenit tersebut, Mikail memperlihatkan momen ketika dirinya berada di sebuah stasiun.

“Ada yang pernah naik Yokohama Line gak?,” tulisnya mengawali video. “Dalam sebulan pasti keretanya pernah delay,” kata pria keturunan Surabaya-Aceh tersebut.

Kemudian, ia mulai mengungkap penyebab terjadinya penundaan jadwal kereta api yang melintas pada Jalur Keiyo, Jalur Musashino, Jalur Nambu, dan Jalur Yokohama tersebut, tak lain adalah karena ada yang bunuh diri.

“Bukan karena kesalahan pihak keretanya, tapi karana tiba-tiba ada yang bunuh diri,” ujarnya sambil memperlihatkan penampakan jalur yang biasa melayani penumpang di pinggiran barat daya Tokyo dan pinggiran timur laut Yokohama.

Seketika video mengenai jalur yang dijuluki ‘Hama-sen’ oleh penduduk setempat itu viral, ditonton hingga ratusan ribu orang. Beragam komentar diberikan warganet, tak sedikit yang sudah tahu mengenai hal tersebut.

“Saking seringnya ada kasus bundir, sudah gak waswas lagi penumpangnya. Kayak hal yang biasa saja,” kata akun @wakatoshi94.

“Temanku pernah cerita, dia pulang telat gara-gara kereta delay. 'Ada yang s-word (suicide)'. Dia ngomong pakai muka datar karena sudah biasa, ya,” ujar akun @farfarmeong.


Upaya Jepang mencegah penumpangnya bunuh diriSeketika video mengenai jalur yang dijuluki ‘Hama-sen’ oleh penduduk setempat itu viral, ditonton hingga ratusan ribu orang. Beragam komentar diberikan warganet, tak sedikit yang sudah tahu mengenai hal tersebut.

“Saking seringnya ada kasus bundir, sudah gak waswas lagi penumpangnya. Kayak hal yang biasa saja,” kata akun @wakatoshi94.

“Temanku pernah cerita, dia pulang telat gara-gara kereta delay. 'Ada yang s-word (suicide)'. Dia ngomong pakai muka datar karena sudah biasa, ya,” ujar akun @farfarmeong.


Upaya Jepang mencegah penumpangnya bunuh diri


Mengutip BBC, data dari tahun 2017, tercatat sekitar 21 ribu orang melakukan bunuh diri di Jepang. Demi mengurangi angka bunuh diri di stasiun, salah satu usaha yang dilakukan perusahaan-perusahaan kereta api adalah memasang lampu cahaya biru.

Diyakini, cahaya biru pada lampu dapat mengurangi tingkat bunuh diri. Pada 2013, sebuah makalah oleh para ilmuwan menunjukkan bahwa angka bunuh diri turun sebanyak 84 persen dengan adanya lampu cahaya biru. Cara itu kemudian menginspirasi proyek serupa.

Penelitian itu menyebut teknik cahaya biru yang mulai diterapkan pada 2000-an oleh sejumlah perusahaan kereta, menimbulkan teknik psikologi dengan nama nudge technique atau kerap disebut senggolan. Efeknya, orang stres akan lebih cepat rileks.

Namun, teori lampu cahaya biru masih diperdebatkan. Michiko Ueda dari Universitas Waseda dan Masao Ichikawa dari Universitas Tsukuba meneliti cahaya dampak cahaya biru tersebut terhadap kondisi psikologis, tapi menyebut masih meragukannya.

Mereka pun mengimbau agar perusahaan kereta api juga melakukan pemasangan penghalang dan pintu kasa di sepanjang tepi peron, ketimbang hanya mengandalkan lampu cahaya biru.

"Saya benar-benar tak mau orang-orang berpikir bahwa lampu cahaya biru adalah solusinya," kata Ueda. "Saya ulangi, kita harus gunakan beberapa cara dan pintu kasa peron mungkin adalah yang paling efektif," lanjutnya.


Diketahui, jumlah total bunuh diri di Jepang, secara keseluruhan, telah menurun dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2017 ada 21.000 kasus, turun dari 34.500 kasus pada 2003. Hanya, dari data tersebut, jumlah anak muda yang meninggal meningkat.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Bila Ada Kereta Telat di Negara Ini, Biasanya Ada yang Lagi Bunuh Diri"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel