Tsuneko Sasamoto, Fotografer Perempuan Tertua Dunia Berusia 1 Abad Lebih - Berita.Lagioke.Net

Tsuneko Sasamoto, Fotografer Perempuan Tertua Dunia Berusia 1 Abad Lebih


Tsuneko Sasamoto, fotografer perempuan yang pertama di Jepang belum mau berhenti mengabadikan peristiwa yang ia lihat. Bahkan sampai usianya sudah lebih dari 100 tahun.

Sasamoto dilahirkan pada tahun 1914. Ia mulai menjadi jurnalis foto di tahun 1940 ketika berusia 25 tahun. Ketika itu Sasamoto yang sebenarnya adalah seorang pelukis diajak temannya menjadi jurnalis foto karena dianggap memiliki gambaran visual yang bagus.

Dunia jurnalis foto pada saat itu dikuasai oleh pria. Sementara Sasamoto adalah satu-satunya dan perempuan pertama di Jepang yang menjadi jurnalis foto.

Sasamoto mulai dikenal karena liputan fotonya mengenai situasi Jepang sebelum dan sesudah perang Dunia ke II. Namun, pada 2015, ia mengalami kecelakaan yang mematahkan tangan dan kedua kakinya.

Walaupun mengalami sakit, Tsuneko Sasamoto tetap saja melakukan apa yang ia cintai, yaitu memotret. Bahkan saat menjalani terapi fisik untuk luka-lukanya, Tsuneko sibuk memotret bunga untuk Hana Akair atau Flower Glow, project penghargaan untuk salah satu temannya yang telah meninggal dunia.

Mengutip Japan Times, wanita yang lahir di Shinagawa Ward, Tokyo dan anak dari bapak yang berprofesi seorang pedagang kimono itu sudah memotret banyak kejadian, peristiwa, suasana, serta tokoh

Subjeknya mencakup banyak hal. Mulai dari warga miskin yang mencari nafkah di tahun-tahun pasca-perang,hingga mahasiswa yang melakukan protes dan memukul para penambang batu bara ketika negara tersebut lepas landas secara ekonomi di tahun 1960-an dan penuh gejolak politik.

Selain itu, Sasamoto juga pernah ditugaskan untuk memotret Jenderal Douglas MacArthur. Dia bahkan meminta Panglima Tertinggi Sekutu Amerika Serikat dan istrinya untuk berpose lagi menggunakan bahasa Inggris yang dipelajari di sekolah. Padahal, di bawah Pendudukan Amerika Serikat pada saat itu, fotografer dilarang berbicara dengan mereka.

Sasamoto mengenang masa tersebut dan mengatakan bahwa wartawan foto pada saat itu memiliki banyak keterbatasan. Sebab mereka harus menggunakan bola lampu untuk setiap pemotretan.

Karena kamera berat tidak memiliki flash elektronik, maka dia harus mengemas tasnya dengan lampu kilat. Namun, dia mengaku bahwa hal itu bukanlah masalah terbesarnya.

Justru yang paling menyusahkan bagi dia adalah kenyataan bahwa perempuan harus mengenakan rok dan sepatu hak tinggi ketika mereka bekerja kala itu.

Hal itulah yang membuat mereka sulit untuk naik tangga untuk mengambil gambar dari sudut yang lebih tinggi dan lebih baik. Bukan hanya itu, sebagai seorang wanita, dia juga harus menanggung komentar diskriminatif yang biasa dibuat oleh para pejabat dan birokrat lain yang dia ambil gambarnya.

Terlepas dari itu semua, kerja kerasnya dikenang dalam sejarah sebagai wartawan foto pertama di negeri sakura. Di usia 97 tahun pada 2011 lalu, ia menerbitkan buku foto berjudul Hyakusai no Finder atau Centenarian's Finder.

Memasuki usia 100 tahun, Sasamoto membuka pameran gambar pilihannya. Di tahun berikutnya, Sasamoto berhasil meraih Lifetime Achievement Award dari Lucie Awards 2016.

Kisah inspiratif Sasamoto diposting oleh akun @faktanyagoogle di Instagram. Beberapa warganet merespons dengan komentar beragam.

“The real awet muda,” kata @rakyan_ayan.

“Umur 100 tahun masih tegap hebat,” ujar @rosepnurjaman_24.

“Orang Jepang itu memang konsisten di bidangnya,” ungkap @irawansetiadji. (ace)


Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Tsuneko Sasamoto, Fotografer Perempuan Tertua Dunia Berusia 1 Abad Lebih"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel