Bunuh Diri karena Pinjol, Tak Hanya Dipicu Ancaman tapi Juga Tekanan Sosial - Berita.Lagioke.Net

Bunuh Diri karena Pinjol, Tak Hanya Dipicu Ancaman tapi Juga Tekanan Sosial


Kasus bunuh diri akibat pinjaman online (Pinjol) marak terjadi di Indonesia. Terbaru, seorang ibu rumah tangga berusia 38 tahun di Desa Selomarto, Kecamatan Giriwoyo, Kabupaten Wonogiri nekat bunuh diri diduga tak kuat terlilit utang pinjol.

Banyak orang memperkirakan bahwa korban pinjol nekat bunuh diri karena ancaman dari debt collector. Namun, tidak hanya itu, tekanan sosial juga menjadi pemicu korban bunuh diri.

"Pinjol tidak hanya mengancam korban tapi menghubungi orang-orang terdekat korban," kata Dosen Sosiologi Fisipol UGM Wahyu Kustiningsih dihubungi, Senin (4/10).

Bisa jadi orang masih kuat jika dirinya yang diancam, tetapi ketika ada kejelekan yang disebar maka akan membuat korban makin tertekan.

Kalau dari pinjolnya langsung mungkin masih kuat, tapi sudah ke orang terdekatnya, foto disebar dan menyebar kejelekan itu gampang banget. Itu lebih membuat tertekan, apalagi (korban) perempuan," katanya.

Tekanan itu akan berlanjut lebih kuat apabila lingkungan tidak peduli. Misalnya, ada anggapan bahwa korban boros, konsumtif, dan lain sebagainya

Padahal pertama bunga tinggi dan bisa jadi bukan soal itu konsumtif tapi kebutuhan hidup yang tak bisa berhenti," ujarnya.

Wahyu mengatakan, isu korban pinjol ini harus jadi perhatian semua pihak. Pemerintah harus membuat jalur aspirasi khusus yang bisa diakses masyarakat.

"Mereka mencari bantuan ke pihak berwajib juga nggak mudah. Ketika terjerat satu dua kasus nggak mudah. Kecuali polisi sangat welcome dimudahkan laporan dan sebagainya," katanya.

Dia menjelaskan, ketika debt collector bisa menghubungi keluarga atau orang terdekat korban maka patut dicurigai apakah mereka mengakses kontak secara legal. Jika tidak, maka seharusnya masuk ranah pidana.

Benar-benar seram dan bagaimana bisa mengakses data (ponsel) kita yang tidak punya hubungan keluarga, kan serem banget. Seharusnya pidana kalau benar mengakses data tanpa persetujuan nasabahnya," ujarnya.

Demikian pula OJK harus bergerak cepat menindak pinjol tak berizin. Selain itu masyarakat diedukasi bagaimana klasifikasi pinjol ilegal.

Dan lagi pinjol ilegal bagaimana untuk klarifikasi enggak melakukan itu. Berita aja langsung di share. Apalagi pas kepeten ada uang di depan mata nawarin sikat," kata dia.

"Artinya semua harus memainkan peran, ketika ilegal yang harus bertindak OJK, Bareskrim. Masyarakat tugasnya melapor artinya ada jalur aspirasi khusus untuk isu ini yang bisa diakses berbagai kalangan," pungkasnya.


Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Bunuh Diri karena Pinjol, Tak Hanya Dipicu Ancaman tapi Juga Tekanan Sosial"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel