Mengapung di Laut 29 Hari, 2 Pria Ini Malah Bersyukur karena Bebas dari Pandemi - Berita.Lagioke.Net

header

Mengapung di Laut 29 Hari, 2 Pria Ini Malah Bersyukur karena Bebas dari Pandemi


Dua pria berhasil selamat usai terombang-ambing selama 29 hari di laut lepas. Namun lucunya mereka justru bersyukur bisa bebas dari pandemi Covid-19.

Mereka mengaku hanya makan jeruk dan kelapa dan minum air hujan selama mengapung di laut.

Adalah Livae Nanjikan dan Junior Qoloni, dua pria asal Kepulauan Solomon yang diselamatkan di lepas pantai Papua Nugini, 455 kilometer jauhnya dari asal mereka.

Mereka terdampar di laut selama hampir sebulan setelah perahu mereka dihantam angin kencang.

Dalam laporan The Guardian, tepatya pada 3 September 2021, Nanjikan dan Qoloni berangkat dari Pulau Mono dengan perahu motor kecil.

Mereka berencana akan berjalan sejauh 200 km ke selatan kota Noro di Pulau New Georgia, melewati pantai barat Pulau Vella Lavella dan Pulau Gizo.

Laut Solomon, yang memisahkan Kepulauan Solomon dengan Papua Nugini, memang terkenal menyeramkan dan tidak dapat diprediksi, bahkan untuk pelaut berpengalaman,

Ujian mereka bermula saat pelacak GPS berhenti bekerja dan hujan lebat serta angin kencang menerjang perahu. Akhirnya kedua pria itu tersesat di laut.

Keduanya juga terpaksa menghentikan mesin dan menunggu, untuk menghemat bahan bakar.

Para pelaut berpengalaman itu bertahan hidup dengan jeruk yang mereka kemas untuk perjalanan serta kelapa mengapung yang mereka kumpulkan dari laut. Mereka menahan dahaga dengan menampung air hujan di selembar kanvas.

Nanjikana dan Qoloni mengapung sekitar 455 km ke arah barat laut sebelum akhirnya ditemukan oleh seorang nelayan di lepas pantai New Britain, Papua Nugini.

Setibanya di Papua Nugini pada 3 Oktober 2021, kedua pria itu sangat lemah sehingga mereka harus dibawa dari kapal dan keduanya itu sekarang tinggal dengan seorang penduduk lokal di Provinsi Pomio.

Usai selamat dan sudah kembali pulih, Nanjikan mencoba berkelakar hikmah di balik kejadian itu, mereka bisa bebas denngan sangat menyenangkan dari hiruk pikuk pandemi Covid-19 yang belum usai.

Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan Kepulauan Solomon, yang berbasis di Papua Nugini, mengatakan bahwa mereka telah menghubungi Nanjikan agar kedua pria tersebut dapat kembali ke rumah.

Sebelumnya, pada Februari, ada pula tiga orang yang terdampar dan diselamatkan dari sebuah pulau terpencil di Bahama.

Ketiganya selamat setelah sebulan penuh terdampar di pulau itu dengan memakan kelapa dan membangun tempat berteduh. (ace)

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Mengapung di Laut 29 Hari, 2 Pria Ini Malah Bersyukur karena Bebas dari Pandemi"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel