Tuntut Kenaikan Tarif, Sopir Angkutan Pedesaan Mogok Narik - Berita.Lagioke.Net

header

Tuntut Kenaikan Tarif, Sopir Angkutan Pedesaan Mogok Narik


Puluhan sopir angkutan umum pedesaan jalur Talibura dan Nebe gelar aksi mogok di terminal Lokaria Desa Habi Kecamatan Kangae Kabupaten Sikka Propinsi NTT.

Aksi mogok ini sudah berlangsung sejak Rabu(20/10). Aksi tersebut karena dampak dari kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang tidak disertai dengan kenaikan tarif kendaraan yang mengakibatkan pemasukan mereka minim.

Pantauan media ini, puluhan penumpang terlantar dan lebih memilih menggunakan jasa Pick Up akibat aksi mogok tersebut.

Tidak hanya itu akibat aksi tersebut arus lalu lintas pun macet selama satu jam lamanya,lantaran para sopir memarkirkan kendaraan di tengah ruas jalan.

Salah satu sopir angkutan umum pedesaan, Yohanes Ferdinan Sadino ,yang berhasil diwawancarai media ini di terminal Lokaria, pada Kamis (21/10) mengungkapkan, pihaknya kecewa dengan pemerintah pusat atas kenaikan BBM dan pemerintah kabupaten Sikka  terlebih instansi terkait tidak segera memberikan harga baru trayek angkutan umum pedesaan.

Kami minta pemerintah kabupaten Sikka untuk memperhatikan hal ini. Dengan adanya kenaikan BBM ini kami minta harga trayek dinaikan juga. Kami setiap hari berhadapan langsung dengan masyarakat. Sudah dua hari kami lakukan aksi mogok. Karena pendapatan kami minim sehingga kami tidak bisa melakukan pengisian BBM ," ungkap Yohanes Ferdinan Sadino.

Sopir lainnya  Arinto juga mengatakan,  kenaikan BBM ini harga jual di setiap SPBU berbeda. Ada SPBU yang menjual BBM dengan harga Rp.7.200.00 ada yang jual dengan harga RP.6.450.

Selain itu para sopir ini juga meminta pemerintah untuk menertibkan mobil pick Up yang sering membawa penumpang dan bus Larantuka yang mengambil penumpang di jalur Waigete,Talibura dan Nebe.

Kami harap pemerintah menertibkan mobil pick up yang sering membawa penumpang dari Nangahale ke kota. Karena setahu kami mobil Pick Up itu bukan mobil penumpang. Hal yang sama juga dilakukan oleh Bus Larantuka mereka sering mengambil penumpang di sepanjang jalan Waigete hingga Nebe ," kata Rito yang dibenarkan oleh sopir yang lain

Puluhan sopir ini juga berharap dipercepat  kenaikan harga trayek agar bisa mengimbangi kenaikan harga BBM saat ini.

"Tolong hal-hal seperti ini diperhatikan dinas terkait, ujar Rinto.

Sementara itu salah satu penumpang yang mengeluh adanya aksi mogok tersebut mengatakan, dirinya sangat kecewa dengan aksi tersebut karena membuat penumpang terlantar.

Di sisi lain  ia juga mendukung adanya aksi itu lantaran para sopir ini juga mengejar setoran ke majikannya.

Semoga aksi mogok yang mereka lakukan selama dua hari ini didengar oleh pemerintah daerah.Ini merupakan hal  yang serius dampak dari BBM ini pemerintah pusat juga harus jeli melihat masyarakat kecil ," kata Novita.

Ketua  Organisasi Angkutan Darat (Organda ) Kabupaten Sikka, Martinus Wodon mengatakan terhadap aksi mogok puluhan sopir di Kabupaten Sikka ini, sebagai ketua Organda ia sudah melakukan pertemuan dengan pemerintah dan meminta pemerintah secepat mungkin untuk menaikan atau menyesuaikan tarik trayek kendaraan tersebut.

Saya sudah melakukan pertemuan dengan para stakeholder dan pemerintah kabupaten Sikka dan meminta agar secepatnya kenaikan tarif trayek kendaraan.Karena kenaikan harga BBM ini tidak diimbangi dengan kenaikan tarif trayek angkutan," kata Martin Wodon

Dikatakan  Martin Wodon saat ini ada 2 SPBU di Kabupaten Sikka melayani penjualan BBM jenis Pertalite dengan harga Rp 6.450. Dua SPBU di wilayah barat yakni di SPBU yang berada di Lingkar Luar dan SPBU di Paga.

"Untuk dua SPBU ini jangkauan terlalu jauh bagi angkutan pedesaan dari wilayah timur. Sehingga kita berharap pemerintah mengusahakan salah satu SPBU di wilayah timur untuk menjual harga BBM jenis Pertalite dengan harga Rp 6.450 ," ujarnya.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Tuntut Kenaikan Tarif, Sopir Angkutan Pedesaan Mogok Narik"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel