5 Pemain Bintang yang Dibuang Klubnya Sendiri, Nomor 1 Sampai Balas Dendam - Berita.Lagioke.Net

header

5 Pemain Bintang yang Dibuang Klubnya Sendiri, Nomor 1 Sampai Balas Dendam


LIMA pemain bintang yang dibuang klubnya sendiri akan diulas dalam daftar ini. Para pemain yang dibahas pernah membela klub yang telah membesarkannya dengan memberikan beragam trofi bergengsi, namun didepak dengan cara tidak hormat. Tidak ada pemain yang lebih besar dari klub dan itu berlaku untuk klub dan pemain mana pun. Oleh karena itu, pemain harus dihargai dengan cara yang benar dan dengan cara yang terhormat. 


Hanya saja beberapa klub memperlakukan para pemainnya dengan cara yang tidak benar. Padahal sang pemain telah memberikan andil yang sangat besar bagi kesuksesan klub. Berikut lima pemain yang terpaksa hengkang dari klubnya:


5. Yaya Toure (Manchester City) Pemain Pantai Gading ini berkembang pesat saat bersama Man City. Duetnya dengan David Silva di lini tengah, membuat The Citizens kreativitas serang Man City sangat apik. Namun, kedatangan Pep Guardiola mengubah nasib Toure. Pelatih asal Spanyol sepertinya tidak menyukai Yaya Toure. Salah satunya mengeluarkan Toure dari skuad Liga Champions. Hal itu menjadi pemicu keretakan Toure dan Guardiola.


Toure juga lebih sering dicadangkan Guardiola. Dengan terbatasnya kesempatan yang didapatnya di Man City, Toure terpaksa harus pergi pada 2018.




4. Mesut Ozil (Arsenal) Mesut Ozil adalah salah satu playmaker terbaik di generasinya. Dengan kelincahan, bakat, dan kemampuan kreatifnya yang luar biasa, pria Jerman ini sangat menyenangkan untuk ditonton.


Dia bergabung dengan Arsenal dari Real Madrid pada 2013. Selama diasuh Arsene Wenger, penampilannya terus gemilang, Namun, setelah Arsene pensiun, Ozil kesulitan mendapatkan waktu bermain di bawah asuhan Unai Emery dan Mikel Arteta.




Emery menyebut Ozil kekurangan motivasi, komitmen, dan profesionalisme. Sedangkan saat Mikel Arteta mengambil alih, para pemain Arsenal diminta untuk menerima pemotongan gaji, hanya haja Ozil menolak. Oleh karena itu, hubungan antara Arteta dan Ozil menjadi buruk dan tak pernah dimainkan. Akhirnya, Ozil terpaksa pindah dari Arsenal ke Fenerbache dalam upaya untuk menghidupkan kembali kariernya.


3. Iker Casillas (Real Madrid) Iker Casillas merupakan produk akademi Real Madrid. Dia mencintai Los Blancos dari lubuk hatinya, yang sangat terlihat dengan komitmennya di lapangan.


Setelah membuat lebih dari 700 penampilan untuk Los Blancos, Casillas berencana pensiun di Real Madrid. Namun, presiden klub, Florentino Perez punya rencana lain. Orang tua Casillas mengklaim bahwa putra mereka dipaksa keluar oleh Perez.




Presiden Real Madrid itu tertarik untuk memboyong David De Gea dari Manchester United atau Gianluigi Buffon dari Juventus untuk menggantikan Casillas. Casillas tidak bisa berbuat apa-apa dan memutuskan untuk bergabung dengan Porto. Kiper Spanyol itu menangis ketika dia mengadakan konferensi pers perpisahannya.


2. Sergio Ramos (Real Madrid) Sejak Sergio Ramos bergabung dengan Real Madrid dari Sevilla pada 2005, pemain Spanyol itu menjadi pemain andalan bagi raksasa Spanyol itu. Dia adalah pengaruh besar di klub. Dia memimpin dari depan meski bermain di pertahanan. Agresi, semangat, dan kemampuan bertahannya membuat dia menjadi bek yang mematikan dan handal mencetak gol dari skema bola mati.




Hanya saja, Ramos terpaksa meninggalkan Real Madrid karena gagal mencapai kesepakatan kontrak dengan Madrid pada bursa transfer musim panas 2021. Ramos hanya ditawari perpanjangan kontrak satu tahun, padahal dia menginginkan kontrak dua tahun. Akhirnya, ketika bek tengah Spanyol siap untuk menerima perpanjangan satu tahun. Namun, Real Madrid memberitahunya bahwa tawaran kontrak satu tahun sudah tidak berlaku. Ramos tidak punya pilihan dan bergabung dengan Paris Saint-Germain (PSG) pada bursa transfer musim panas 2021 . Setelah 15 tahun mengabdi, Ramos tentu layak mendapatkan perlakuan yang lebih baik dari Real Madrid.


1. Luis Suarez (Barcelona) Luis Suarez adalah pemain fenomenal saat bermain untuk Liverpool dan performanya baru semakin cemerlan sejak bergabung dengan Barcelona pada 2014. Bersama Lionel Messi, penyerang Uruguay itu menjadi pencetak gol mematikan bersama klub Catalan itu.


Sebelum awal musim lalu, Suarez diberitahu oleh peatih Barca saat itu, Ronald Koeman bahwa dia tidak masuk dalam rencananya. Alasan di balik keputusan tersebut adalah bahwa Suarez yang berusia 33 tahun dianggap terlalu tua meskipun performanya biasa dalam enam musim sebelumnya.




Suarez rata-rata mencetak lebih dari 20 gol per musim. Namun, data tak mengubah pendirian Koeman, sehingga Suarez memilih bergabung dengan Atletico Madrid pada musim 2021. Keputusan Suarez sangat jitu. Dia berhasil sukses membuat balas dendam terhadap Ronald Koeman dan Barcelona, dengan membawa Atletico Madrid juara Liga Spanyol 2020-2021. Suarez pun sangat tajam dengan mencetak 21 gol.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "5 Pemain Bintang yang Dibuang Klubnya Sendiri, Nomor 1 Sampai Balas Dendam"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel