Jose Mourinho, Ed Woodward, Dan Hantu Di Balik Layar Man United Yang Bikin Ole Gunnar Solskjaer Tak Kunjung Dipecat - Berita.Lagioke.Net

header

Jose Mourinho, Ed Woodward, Dan Hantu Di Balik Layar Man United Yang Bikin Ole Gunnar Solskjaer Tak Kunjung Dipecat


United memang cuma menang empat kali dari 12 laga terakhir, tetapi kemungkinan #OleStay makin menguat gara-gara masalah di balik layar.

Sudah dua pekan sejak Manchester United dipermalukan Liverpool 5-0, dan kita masih membicarakan masalah yang sama.

Tiga manajer Liga Primer Inggris sudah kehilangan pekerjaannya sejak Setan Merah menorehkan sejarah kelam, tapi tak satu pun dari mereka bernama Ole Gunnar Solskjaer.

Minggu (7/11), Dean Smith bergabung dengan Nuno Espirito Santo dan Daniel Farke setelah dipecat Aston Vila, menandai bahwa klub-klub EPL gegas mengambil tindakan saat sang ahli siasat dianggap tak lagi mampu mengubah nasib tim.

Namun di United serasa tak ada urgensi, bahkan setelah dihadapkan dengan kemarahan fans yang tak sabar melihat Solskjaer dicopot.

Harapan laga derbi versus Manchester City tak separah pembantaian oleh Liverpool langsung sirna setelah Eric Bailly menjebol gawang sendiri sebelum genap tujuh menit, dan meski skornya tidak separah dua pekan yang lalu, malunya terasa sama.

Pasukan Solskjaer cuma menyentuh bola empat kali di kotak penalti City dan cuma melakukan separuh dari umpan sang tetangga, mereka juga hanya menguasai bola sebanyak 33 persen saja sepanjang laga.

Untuk kedua kalinya di kandang sendiri, fans rival terbesar United mengelu-elukan nama Solskjaer dengan penuh ironi, memintanya untuk bertahan "lima tahun lagi."

Akankah ini semakin parah?

Di hadapan semua fakta itu, suara di dalam Old Trafford bergeming soal Solskjaer tak akan dipecat. Mereka seolah pasrah karena tugas untuk membasmi wabah di tubuh United terlalu berat, dan mengganti manajer bukanlah salah satu solusinya.

Mengingat United sudah kalah tiga kali dari empat laga Liga Primer terakhir secara memalukan, dan butuh dua aksi telat dari Cristiano Ronaldo untuk menjaga asa di Liga Champions, kombinasi skuad dan tim manajemen jelas-jelas tidak kompatibel.

Beberapa narasumber bercerita kepada Goal bahwa pemain-pemain senior mempertanyakan penampilan tim setelah dikalahkan City, dan Solskjaer sampai terguncang saat mendengar kaptennya, Harry Maguire, mengklaim timnya "kurang keyakinan".

Terlepas dari itu semua, jika Solskjaer masih memimpin United saat melawat ke Watford pada 20 November, sulit dipungkiri bahwa fans United bakal menuntut pihak klub untuk memberikan alasan yang masuk akal.

Namun jika berbagai teori soal pengambilan keputusan di tubuh United bisa dipercaya, maka suporter-suporter tersebut harus siap-siap kecewa - bahkan mungkin menanggung malu lagi.

Alasan yang paling bikin geleng-geleng untuk tak memecat Solskjaer adalah bahwa United masih trauma dengan gagalnya pelatih-pelatih yang biasanya berprestasi, yakni Louis van Gaal dan Jose Mourinho, saat menjadi ahli siasat di Old Trafford.

"Tentu saja ada manajer yang lebih bagus, baik secara prestasi mau pun di atas kertas, namun saat ini klub kebingungan karena pernah menunjuk dua manajer dengan prestasi kelas dunia," jelas mantan kapten United, Gary Neville, kepada Sky Sports.

"Menurut saya itulah sumber kebingungan dan keraguan pihak dewan, bahwa mereka sudah pernah menjajal rute memboyong tipe seperti Mourinho sebelumnya, jadi mereka tidak akan mendatangkan tipe [Antonio] Conte karena mereka bakal terbakar."

Meski sering dikritik karena tak ikut mengecam Solskjaer, Neville benar. Sepeninggal Mourinho, United berubah jadi klub cengeng yang seolah kehilangan DNA, dan di situlah kesuksesan Solskjaer: mengembalikan budaya a la United sembari meremajakan skuad dengan talenta muda.

Itu juga menjadi alasan mengapa Conte, meski dilaporkan tertarik ke Old Trafford, tak pernah didekati United dua pekan lalu saat posisi Solskjaer berada di ujung tanduk setelah dibantai Liverpool.


Petinggi United merasa pelatih yang sekarang di Tottenham itu bakal memporakporandakan hasil pembangunan kembali Solskjaer yang memakan biaya selangit, mereka cemas Conte bakal meninggalkan masalah yang sama seperti saat Mourinho pergi.

Namun Jamie Carragher - yang secara mengejutkan jadi wajah gerakan '#OleOut' di ranah daring - mengomentari hal itu lewat Twitter-nya: "Cuma karena Jose/LvG gagal di Man United, mereka enggan memburu manajer yang lebih baik? Omong kosong."

Pendapat itu memang terlalu sederhana, tetapi petinggi United bakal menghadapi sejuta tanya jika Conte terbukti sukses di London utara sementara Setan Merah terjebak bersama Solskjaer atau kebingungan mengais-ngais mencari penggantinya.

Teori lain yang disampaik Neville adalah kepergian Ed Woodward pada akhir 2021 membuat United menunda memutuskan masa depan Solskjaer.

"Situasi di United jadi makin runyam dengan Ed Woodward hengkang beberapa pekan lagi," cuit Neville. "Ia memberikan OGS (Solskjaer) kontrak tiga tahun beberapa bulan lalu dan ia tak ingin keputusan terakhirnya berupa memecat seorang manajer."

"Namun, ia tahu CEO baru bisa saja mendepaknya dan menyalahkannya!"

Woodward mengumumkan April ini bahwa ia akan mundur dari jabatan Wakil Ketua Eksekutif United di akhir tahun nanti.

Dan meski Neville ada benarnya bahwa wajah klub bakal terinjak-injak dengan memecat seorang manajer beberapa bulan setelah memberinya kontrak baru, Woodward bukan satu-satunya pemangku kebijakan soal merekrut dan memecat pelatih.

Keesokan pagi setelah dibantai Liverpool contohnya. Woodward ditelepon dengan ketua klub, Joel Glazer, dan direktur pengelola, Richard Arnold. Narasumber menyebutkan telepon itu adalah pembicaraan rutin antara tiga pemangku kebijakan, yang sepakat bahwa Solskjaer akan bertahan.

"Saya berkomunikasi dengan dewan dan tak mengharapkan mereka memberikan jaminan," ujar Solskjaer beberapa hari yang lalu. Maka tak heran jika Ole tampak santai setelah dikalahkan City, dan hingga saat ini pun tak ada tanda-tanda ia akan dipecat.

Situasinya juga makin runyam setelah Conte, salah satu calon pengganti Solskjaer dengan CV mentereng, sudah tidak menganggur, sehingga semua kandidat pengganti bakal dibanderol mahal, atau dalam kasus Zinedine Zidane, tidak tertarik untuk duduk di kursi panas United.

"Menurut saya tak akan ada langkah yang bakal diambil [soal sang manajer] musim ini, kecuali jika hasilnya buruk sekali, dan sekarang sudah mencapai titik buruk sekali," ujar Neville Sabtu kemarin.

"Tak ada yang menyangka. Tak ada yang menyangka United bakal terperosok begitu dalam di titik ini musim ini. Menurut saya ia punya beberapa pekan untuk memperbaikinya."

Dengan laga krusial versus Villarreal, Chelsea, dan Arsenal setelah menghadapi Watford, "beberapa pekan" tersebut bakal menjadi perjalanan penuh gonjang-ganjing.

Tetapi di saat United terus dihantui kegagalan pelatih masa lalu dan jajaran dewan yang sedang tak menentu, eksekusi Solskjaer bakal terus tertunda.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Jose Mourinho, Ed Woodward, Dan Hantu Di Balik Layar Man United Yang Bikin Ole Gunnar Solskjaer Tak Kunjung Dipecat"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel