Kisah Anak Pedagang Sate Keliling Yang Akhirnya Lulus Masuk TNI AL - Berita.Lagioke.Net

header

Kisah Anak Pedagang Sate Keliling Yang Akhirnya Lulus Masuk TNI AL


Seorang anak pedagang sate keliling di kawasan Jalan Tanjung Raya 1, Pontianak, bernama Ade Supriyatna, berhasil lulus menjadi prajurit TNI Angkatan Laut (AL).

Meski terlahir dari keluarga sederhana dan sempat mengalami berapa kali kegagalan, kini Ade membuktikan, bahwa dirinya mampu mewujudkan mimpinya untuk menjadi seorang tentara.

Sumatri, saudara kandung Ade, mengatakan, perjuangan adiknya untuk mengapai cita-citanya tidaklah mudah. Sebelumnya, Ade pernah mengikuti proses seleksi calon tentara Angkatan Darat (AD), sempat Pantukhir di Singkawang, namun gagal karena alasan kesehatan. Namun ia menolak untuk menyerah, hingga kini lulus menjadi prajurit TNI-AL.

Adik saya itu orangnya sangat nekat. Dia lihat keadaan orang tua yang kurang berada, tetapi dia berjuang demi diri sendiri, untuk meraih cita-citanya sebagai tentara. Sebelum mendaftar ke Angkatan Laut, dia itu sempat mendaftar Angkatan Darat, juga pernah Pantukhir di Singkawang, tapi gagal. Tapi dia tidak putus semangat ataupun putus asa. Saya sebagai abang support terus, kedua orang tua juga kasi semangat kepada dia. Karena perjuangan tidak mengkhianati hasil,” ungkap Sumatri saat dihubungi Hi!Pontianak, Minggu 22 November 2021.

Ade Supriyatna merupakan anak bungsu dari tujuh bersaudara. Ayahnya merupakan seorang pedagang sate keliling di sekitar Jalan Tanjung Raya 1, Pontianak. Sedangkan ibunya hanyalah seorang ibu rumah tangga.

Meskipun berada di keluarga menengah ke bawah, akan tetapi Ade memiliki keingian yang kuat untuk membanggakan kedua orang tuanya dari hasil jerih payahnya sendiri.

Sejak kecil, pria lulusan SMK Negeri 3 Kota Pontianak angkatan 2018 itu, memang tertarik menjadi seorang prajurt TNI. Menurut pandangannya, tentara merupakan pribadi yang gagah, berwibawa, dan dihargai oleh banyak orang.

Bahkan keinginanya dalam berkarir hanya dua, yakni menjadi prajurit Angkatan Darat (AD) atau Angkatan Laut (AL). “Dia hanya ada dua keminatannya, yakni Angkatan Darat dan AL. Waktu gagal di AD, dia tidak frustasi dan putus asa. Karena dia pingin membanggakan orang tuanya, keluarganya. Demi apapun dia lakukan untuk orang tuanya. Sukses atau nggak urusan belakang. Alhamdulilah, berkat doa kedua orang tua, dan dorongan keluarga, tercapailah cita-citanya. Banyak halangan rintangan, tapi alhamdulilah. Semoga sukses dia dengan cita-citanya,” tutur Sumatri.

Sempat menganggur kurang lebih dua tahun, Sumatri mengungkapkan adiknya itu selalu membantu pekerjaan orang tuanya, menyiapkan kebutuhan ayahnya untuk berjualan. Selain itu sambil menunggu pendaftaraan, dia juga terus berlatih, baik itu dari persiapan fisik maupun mental.

“Sebelum keterima, itu sehari-harinya dia bantu orang tua, terutama ayahnya, menyiapkan kebutuhan untuk berjualan sate. Karena dia yang biasanya ada waktu di rumah. Kami saudaranya sibuk kerja. Ada yang sudah menikah juga. Selain itu, Ade juga mengisi waktu dengan berlatih. Saya bilang kalau memang pengen (jadi) angkatan darat atau laut, coba olahraga. Sharing-sharing seputar itu. Saya bilang, jangan sampai lalai dengan aktivitas dia untuk mengapai cita-citanya itu. Selama itu dia sering olahraga. Lari,” katanya.

Sebagai saudara kandung, Sumatri ikut gembira dengan keberhasilan adiknya tersebut. Ia berharap Ade bisa membanggakan keluarganya, dan menjadi abdi negara yang baik. “Saya bangga sebagai abangnya. Harapan kami, dia tidak pernah sombong dan menjadi orang yang berguna bagi nusa dan bangsa,” pungkasnya.

Sumber: kumparan

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Kisah Anak Pedagang Sate Keliling Yang Akhirnya Lulus Masuk TNI AL"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel