10 Penyebab Mudah Marah, Faktor Fisik sampai Masalah Kesehatan Mental - Berita.Lagioke.Net

10 Penyebab Mudah Marah, Faktor Fisik sampai Masalah Kesehatan Mental


Marah adalah salah satu bentuk emosi ketika seseorang bereaksi terhadap situasi negatif.

Marah sebenarnya dapat memotivasi seseorang untuk menemukan solusi suatu masalah atau menyampaikan kekhawatiran.

Namun, kebiasaan mudah marah bisa jadi masalah apabila seseorang jadi sering terlibat konflik dan kemarahan tidak terkendali.

Sebelum mengulas penyebab seseorang jadi mudah marah, simak penjelasan apa yang terjadi pada tubuh saat marah berikut.

Apa yang terjadi pada tubuh saat marah?

Melansir Mayo Clinic, ketika seseorang marah selepas merespons situasi negatif, tubuh akan melepaskan hormon adrenalin.

Setelah itu, otot-otot tubuh bakal menegang, detak jantung meningkat, da tekanan darah melonjak.

Kondisi ini membuat bagian wajah atau telapak tangan terlihat lebih merah atau memerah.

Dikutip dari MedicineNet, ada banyak cara mengekspresikan rasa marah, di antaranya:

  • Diam, menarik diri, atau mengabaikan biang kemarahan

  • Berteriak, mengumpat, menggertak, bicara kasar, atau mengancam

  • Memukul orang lain, melempar benda, atau merusak benda di sekitarnya

  • Menyakiti diri sendiri

Respons marah setiap orang bisa berbeda-beda. Namun, setiap kemarahan bisa jadi masalah apabila tidak dikelola dengan cara yang sehat.

Penyebab mudah marah

Melansir Better Help, penyebab orang marah marah umumnya karena merasa diremehkan, diperlakukan tidak adil, disakiti, terancam, diserang, gagal mencapai tujuan, frustasi, tidak berdaya, atau putus asa.

Di luar kondisi tersebut, faktor fisik dan mental juga bisa jadi penyebab mudah marah, antara lain:

  • Kurang tidur; masalah ini dapat membuat seseorang susah mengelola emosi

  • Gangguan kecemasan; masalah kesehatan mental ini bisa membuat seseorang mudah marah sampai meledak-ledak tanpa pemicu yang jelas

  • Depresi; mudah marah bisa jadi gejala depresi

  • Gangguan obsesif kompulsif atau obsessive compulsive disorder (OCD); mudah marah bisa jadi gejala OCD

  • Attention deficit hyperactivity disorder (ADHD); gangguan perkembangan saraf ini ditandai dengan hiperaktif, haus perhatian, impulsif, dan mudah marah

  • Oppositional defiant disorder; gangguan perilaku yang kerap menyerang anak usia sekolah ini bisa menyebabkan anak jadi suka memberontak, membantah, dan gampang marah

  • Gangguan bipolar; masalah kesehatan mental ini ditandai dengan mudah marah, agresif, dan suasana hati gampang berubah dalam waktu singkat

  • Gangguan eksplosif intermiten; penderita gangguan ini cenderung mudah marah, agresif, menyerang secara fisik, dan tak segan melakukan kekerasan

  • Borderline personality disorder; gangguan kepribadian ambang ini membuat penderitanya mudah marah ketika merasa diabaikan

  • Gangguan dysphoric pramenstruasi; mudah marah dan perubahan suasana hati ekstrem juga dapat muncul ketika wanita merasakan perubahan hormon menjelang haid

Kapan mudah marah perlu diwaspadai?

Setiap orang yang merasa kewalahan mengontrol dan mengelola kebiasaan mudah marah perlu mencari bantuan tenaga kesehatan mental profesional.

Pasalnya, kebiasaan mudah marah dan marah yang tidak terkendali rentan memengaruhi hubungan dengan orang sekitar sampai memicu kekerasan.

Selain itu, kebiasaan ini juga tak sehat secara fisik karena bisa meningkatkan risiko penyakit jantung, tekanan darah tinggi, tukak lambung, dan stroke.




Sumber : Kompas

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "10 Penyebab Mudah Marah, Faktor Fisik sampai Masalah Kesehatan Mental"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel