Gabriel Martinelli, Serpihan Emas Arsenal Bermental Cristiano Ronaldo - Berita.Lagioke.Net

Gabriel Martinelli, Serpihan Emas Arsenal Bermental Cristiano Ronaldo


Martinelli bak sebuah serpihan di antara bintang besar Arsenal, tapi dia bukan serpihan biasa yang bisa menjadi ujung tombak kesuksesan klub kelak.




"Ada mentalitas Ronaldo di dalam dirinya", "Dia sedang menuju ke puncak karier", "Jika ada calon pemain top, dia lah orangnya".


Cuitan-cuitan di atas ramai menyeruak di media sosial setelah striker muda Arsenal Gabriel Martinelli sekali lagi menunjukkan performa aduhai kala timnya mengganyang Leeds United empat gol berbalas satu.


Di laga lanjutan Liga Primer Inggris itu, anak muda Brasil ini sukses mengepak sepasang gol untuk membantu The Gunners menang meyakinkan sekaligus memastikan tim mengamankan tripoin di tiga pertandingan berentet.


Penyerang 20 tahun itu sejatinya hanya pemain pelapis di Emirates Stadium seiring bakat dirinya tertutup nama-nama besar macam Pierre-Emerick Aubameyang, Alexandre Lacazette hingga Nicolas Pepe.


Akan tetapi, Gooners sudah lama berharap agar pemuda satu ini mendapatkan jam terbang lebih banyak mengingat potensi yang ada pada dirinya. Di awal-awal rezim Mikel Arteta, Martinelli justru semakin terlupakan.


Namun, Arteta punya rencana brilian dan maksud yang terkadang sulit dipahami para loyalis Arsenal. Selain karena kebugaran yang kerap diragukan akibat rangkaian cedera serius yang sempat dialaminya, Martinelli dinilai belum cukup siap untuk tampil secara reguler di kompetisi yang keras macam Liga Primer.


Selama periode penantian, Arteta tidak tinggal diam dalam menempa bakat yang dimiliki Martinelli. Momentum pun datang ketika penampilan Aubameyang terus merosot ditambah tindakan indisipliner yang berujung pencopotan ban kapten baru-baru ini.


Praktis, ada panggung terbuka untuk Martinelli, dan yang bersangkutan benar-benar tak menyia-nyiakan kepercayaan yang diberikan sang juru taktik untuk memamerkan atraksi menawan.


Dari enam laga terakhir, total Martinelli telah mengukir empat gol dan dua assist. Cukup impresif. Namun, Sejak Aubameyang dibekukan dari skuad, di titik ini Martinelli semakin "panas". Dia berhasil mencetak empat keterlibatan gol [3 gol dan 1 assist] hanya dalam tiga laga beruntun.


Setelah membantu Arsenal menaklukkan Southampton 3-0 dengan ikut memberi assist di salah satu gol timnya, Martinelli selanjutnya mencetak gol indah ala-ala Thierry Henry dalam kemenangan 2-0 atas West Ham United.


Teraktual, dia menjadi momok bagi pertahanan Leeds, di mana torehan brace dia berandil besar dalam pesta gol Arsenal 4-1. Diawali dengan kemelut di tepi kotak penalti Leeds, sodoran Alexandre Lacazette dimaksimalkan Martinelli dengan sepakan placing yang mengarah ke pojok gawang.


Berikutnya, dia merangsek di celah-celah antara barisan bek skuad Marcelo Bielsa untuk menyambut umpan terobosan Granit Xhaka sebelum melakukan penyelesaian akhir nan apik.


Mencetak brace memang bukan pencapaian yang spesial-spesial amat, striker yang bisa melakukan itu bertebaran. Namun, poin penting di sini adalah bagaimana Martinelli menunjukkan mentalitas dia sepanjang laga.


Seperti yang didengung-dengungkan oleh para fans seusai laga, Martinelli tak hanya bermain impresif, tetapi juga menunjukkan mentalitas juara ala Cristiano Ronaldo.


Bagaimana dia bermain tenang di depan pertahanan lawan, bagaimana dia menumbuhkan spirit skuad Mikel Arteta dengan dua gol awal tim berasal dari kakinya. Yang lebih penting, para pemain yang berada di sekitarnya jadi lebih terpompa karena gesture yang dipertontonkannya sepanjang 90 menit.




Bisa ditebak bagaimana konfidensi Martinelli setelah apa yang dilaluinya belakangan ini. Apalagi, gol pembuka Martinelli merupakan gol ke-7000 Arsenal di ajang Liga Primer. Betapa bangganya dia mendapati namanya akan masuk dalam buku sejarah di Emirates Stadium.


Arsenal pun kian nyaman duduk di posisi empat besar untuk sementara waktu dengan perolehan 32 poin, meninggalkan West Ham United empat poin di belakang.


Akan selalu ada celetukan, "pemain muda seperti ini paling-paling hanya menggebrak sesaat". Belum lagi opini yang kadung terbentuk bahwa striker-striker Brasil sulit berkembang di Inggris. Tapi, harusnya itu semua menjadi motivasi besar bagi Martinelli untuk membuktikan diri, bahkan dia bisa menjadi satu yang berbeda dari striker-striker Brasil lainnya yang pernah berkancah di Liga Primer.


Ujian terberat Martinelli -- umumnya para pemain muda -- memang adalah konsistensi. Namun setidaknya, Arsenal sudah bisa mulai melupakan eks kapten mereka Aubameyang. Walau hanya serpihan, Klub London Utara harus menyadari serpihan yang mereka punya adalah emas yang bisa diandalkan cepat atau lambat.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Gabriel Martinelli, Serpihan Emas Arsenal Bermental Cristiano Ronaldo"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel