Oppositional Defiant Disorder (ODD) - Berita.Lagioke.Net

Oppositional Defiant Disorder (ODD)


Oppositional Defiant Disorder (ODD) atau gangguan pembangkangan oposisi adalah kondisi anak yang menampilkan pola perilaku tidak kooperatif, menentang, dan bermusuhan berkelanjutan terhadap orang-orang ‘berwenang’.

Gejala yang timbul dapat meliputi lekas marah dan penuh dendam,

Kondisi ini cukup umum di antara anak-anak, khususnya pada sekitar usia dua tahun dan remaja awal untuk menentang orang tua, guru, dan sebagainya.

Jika perilaku ini berlangsung lebih dari 6 bulan dan lebih ekstrem dari biasanya pada usia anak-anak, bisa jadi mereka mengalami ODD.

Selain itu, banyak anak dan remaja dengan gangguan ini juga memiliki masalah perilaku lain, seperti:

  • gangguan pemusatan perhatian (ADHD)

  • ketidakmampuan belajar

  • gangguan mood (seperti depresi)

  • gangguan kecemasan.

Beberapa anak dengan ODD juga dapat mengembangkan gangguan perilaku serius yang disebut conduct disorder.

Gejala

Gejala yang dialami anak-remaja dengan ODD juga dapat dialami oleh mereka yang tidak memiliki gangguan, tapi dengan intensitas yang berbeda.

Tanda yang muncul dapat muncul terhadap anak berusia sekitar 2 sampai 3 atau praremaja.

Sifat yang dapat timbul, yaitu:

  • sering mengalami temper tantrum

  • banyak berdebat dengan orang dewasa

  • menolak apa yang diminta orang dewasa

  • selalu mempertanyakan aturan dan menolak untuk mengikutinya

  • melakukan hal-hal yang mengganggu atau membuat kesal orang lain, termasuk orang dewasa

  • menyalahkan orang lain atas kelakuan buruk atau kesalahan anak itu sendiri

  • mudah tersinggung oleh orang lain

  • sering memiliki sikap marah

  • berbicara dengan kasar atau tidak ramah

  • mencari balas dendam atau menjadi pendendam.

Gejala ini dapat terlihat seperti masalah kesehatan mental lainnya. Segera temui penyedia layanan kesehatan untuk mendapatkan diagnosis.

Penyebab

Tidak ada penyebab jelas dari ODD. Namun, penyebab dapat berasal dari kombinasi faktor bawaan dan lingkungan.

Genetika: disposisi atau temperamen alami anak dan kemungkinan perbedaan neurobiologis dalam cara saraf dan fungsi otak

Lingkungan: masalah dengan pola asuh yang dapat melibatkan kurangnya pengawasan, disiplin yang tidak konsisten dan keras, atau pelecehan dan pengabaian.

Sementara itu, faktor risiko yang dapat meningkatkan berkembangnya ODD pada anak, yaitu:

  • temperamen: seorang anak dengan temperamen yang sulit mengatur emosi—reaktif secara emosional terhadap situasi atau mengalami kesulitan menoleransi frustrasi

  • masalah keluarga lainnya: anak yang tinggal dengan satu orang tua atau terlibat dalam perselisihan keluarga.

Diagnosis

Segera bawa anak ke psikiater atau ahli kesehatan mental jika memiliki gejala dari ODD.

Perawatan dini dapat mencegah terjadinya masalah di masa depan.

Ahli kesehatan mental akan berbicara dengan orang tua dan guru akan perilaku sang anak serta melakukan observasi.

Dalam beberapa kasus, anak mungkin memerlukan tes kesehatan mental.

Perawatan

Perawatan ODD dapat dilakukan berdasarkan banyak hal, termasuk tingkat keparahan gejala, usia, dan kemampuan anak dalam mengambil bagian serta menoleransi terapi tertentu.

Perawatan biasanya terdiri akan kombinasi di bawah ini.

  • Psikoterapi: bertujuan membantu mengembangkan keterampilan pertahanan, sosial, dan pemecahan masalah yang lebih efektif serta mengekspresikan dan mengendalikan kemarahan. Terapi ini bertujuan untuk membentuk kembali pemikiran anak (kognisi) untuk meningkatkan perilaku.

  • Terapi keluarga: digunakan untuk membantu meningkatkan interaksi keluarga dan komunikasi di antara anggota keluarga. Terdapat teknik terapi khusus yang disebut parent management training (PMT) yang mengajarkan orang tua cara untuk mengubah perilaku anak mereka secara positif.

  • Obat: meski tidak ada obat khusus untuk ODD, terkadang dokter akan meresepkan obat untuk mengobati gejala (impulsif dan rewel). Obat lain juga terkadang dibutuhkan untk menyembuhkan penyakit mental lain yang dimiliki seperti ADHD atau depresi.



Sumber : Kompas

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Oppositional Defiant Disorder (ODD)"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel