Bayi Rewel dan Menangis Menyusu, Apa Penyebabnya? - Berita.Lagioke.Net

Bayi Rewel dan Menangis Menyusu, Apa Penyebabnya?


Menangis merupakan cara bayi berkomunikasi. Ya Moms, dengan menangis, si kecil sebenarnya ingin memberi tahu apa yang sedang ia rasakan.

Dilansir Kids Health, tangisan bayi memiliki banyak arti, seperti sedang merasa tidak nyaman karena popok yang basah atau merasa lapar dan ingin menyusu.

Tapi bagaimana bila saat disusui, bayi malah rewel dan menangis?

Hal itu memang saja bisa membuat ibu panik. Tapi, cobalah untuk tetap tenang dan pahami beberapa hal yang bisa jadi penyebabnya berikut ini.

Alasan Bayi Tetap Menangis saat Disusui

1. Perut bayi penuh gas


Bayi yang menangis saat disusui mungkin saja karena perutnya kembung. Anda bisa membantu bayi untuk bersendawa dengan menepuk-nepuk lembut punggungnya.

“Pegang bayi secara vertikal di dada Anda untuk membantu bayi bersendawa,” kata konsultan menyusui yang berbasis di New York, Maria Paciullo, seperti dilansir laman Parents.

2.  Bayi sedang tumbuh gigi

Beberapa bayi cenderung sering menangis dan rewel ketika tumbuh gigi. Dilansir Mayo Clinic, saat gigi tumbuh, bayi akan merasakan sakit atau nyeri pada bagian gusi. Sehingga saat ia mengisap puting, rasa sakitnya akan semakin bertambah dan membuatnya menangis atau rewel karena merasa tidak nyaman.

3. Bayi sedang growth spurt


Percepatan pertumbuhan atau growth spurt juga bisa jadi alasan si kecil rewel dan menangis saat sedang disusui. Dilansir Baby Center, kondisi ini bisa terjadi di bulan-bulan awal kehidupan bayi. Pada bayi yang baru lahir, growth spurt umumnya berlangsung selama 2-3 hari.

Tapi tak perlu khawatir berlebihan, Moms. Sebab hal ini normal terjadi dalam proses tumbuh kembang bayi. Anda hanya perlu susui sesering mungkin karena pada kondisi ini mereka merasa haus sepanjang hari. Jika biasanya bayi menyusu 3 jam sekali, saat growth spurt frekuensinya bisa melonjak hingga dua kali lipat.

4. Aliran ASI yang terlalu cepat atau lambat


Alasan paling umum yang menjadi penyebab bayi rewel dan menangis saat sedang menyusu adalah adanya kendala pada aliran ASI. Mungkin saja aliran ASI terlalu cepat atau justru terlalu lambat.

Bila aliran ASI terlalu deras, Anda juga bisa memompa di sela-sela bayi sedang tidur agar saat ia terbangun dan ingin menyusu, aliran ASI tidak terlalu cepat yang kerap membuat bayi tersedak.

Nah, bila aliran ASI melambat, Anda bisa melakukan pijatan sambil menyusui. Anda juga sebaiknya memperhatikan asupan makanan yang dapat memperbanyak ASI. Misalnya dengan mengonsumsi ASI Booster Lactamor.

Kandungan Lactamor untuk Memperlancar Produksi ASI

Dengan kombinasi 600 mg ekstrak biji fenugreek dan 100 mg biji daun katuk, Lactamor dapat membantu ibu memperlancar produksi air susu sehingga bisa memberikan ASI eksklusif hingga 6 bulan kehidupan anak.

Ekstrak biji fenugreek yang biasanya diolah menjadi teh atau obat herbal dapat menstimulasi produksi ASI karena kandungan phytoestrogen dan diosgenin yang ada di dalamnya.

Selain itu, kandungan daun katuk memiliki senyawa sterol dan asam sekuistema sudah tidak asing lagi bagi ibu menyusui karena dapat membantu memperbanyak produksi ASI. Tidak heran, sejak dulu daun katuk kerap jadi santapan favorit para ibu, baik dikonsumsi dalam bentuk kapsul atau olahan makanan.


Bukan itu saja, Lactamor juga mengandung 20 mcg vitamin B12 yang berperan penting dalam pembentukan sel darah merah dan perkembangan jaringan saraf tubuh. Adanya vitamin ini dapat meningkatkan produksi sel darah merah yang sangat dibutuhkan dalam proses menyusui.

Lactamor juga tidak mengandung dairy products sehingga cocok untuk Anda yang alergi susu dan vegan.



Sumber : Kumparan

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Bayi Rewel dan Menangis Menyusu, Apa Penyebabnya?"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel